My Menus

Apr 19, 2015

Mengenal Geopolitik Indonesia dalam Perspektif Wawasan Nusantara

MAKALAH
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
"MENGENAL GEOPOLITIK INDONESIA DALAM PERSPEKTIF WAWASAN NUSANTARA"



DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Geopolitik berasal dari kata geo dan politik.Geo berarti bumi dan politik berasal dari bahasa Yunani polite. Poli artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dan teia artinya urusan. Geopolitik biasa juga di sebut dengan wawasan nusantara. Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik (kepentingan yang menitik beratkan pada pertimbangan geografik, wilayah atau teritorial dalam arti luas) suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung atau tidak langsung kapada sistem politik suatu negara.

Sebaliknya politik negara itu secara langsung akan berdampak kepada geografi negara bersangkutan.Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut. Geopolitik mempunyai 4 unsur pembangun, yaitu keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbal balik antara geografi dan politik, serta unsur kebijaksanaan. Oleh karena itu penyusun mengambil topik Geopolitik Indonesia untuk mengetahui fungsi Geopolitik itu untuk persatuan dan kesatuan Negara serta peran Geopolitik Indonesia dalam pembinaan kerjasama dan penyelesaian konflik antarnegara yang mungkin muncul dalam proses pencapaian tujuan.

B.Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.Bagaimana Latar Belakang Geopolitik ?
2.Apa yang dimaksud dengan Geomorfologi Negara ?
3.Apa yang dimaksud dengan Teori Geopolitik ?
4.Bagaimana Pandangan Para Pemikir Geopolitik ?
5.Apa yang dimaksud dengan Geopolitik Indonesia ?
6.Bagaimana Geopolitik dan hukum kewilayahan ?
7. Bagaimana  Latar belakang filosofis wawasan nusantara ?
8.Bagaimana Implementasiwawasan nusantara dalam kehidupan nasional ?
9.Bagaimana Ajaran dasar wawasan nusantara ?
10.Apa-apa saja Unsur dasar konsepsi wawasan nusantara ?
11.Apa yang di maksud denganHakekat wawasan nusantara ?
12.Apa yang di maksud dengan Asas wawasan nusantara ?
13.Apa Kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara ?
14.Bagaimana Sasaran implementasi wawasan nusantara ?
15.Bagaimana Pemasyarakatan/sosialisasi wawasan nusantara ?
16.Bagaimana Tantangan implementasi wawasan nusantara
17.Bagaimana Prospek implementasi wawasan nusantara ?
18.Bagaimana Keberhasilan iplementasi wawasan nusantara ?

C.Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.Mengetahui Latar belakang geopolitik
2.Mengetahui Pengertian Geomorfologi Negara
3.Mengetahui Pengertian Teori Geopolitik
4.Mengetahui Beberapa Pandangan Para Pemikir Geopolitik
5.Mengetahui Geopolitik Indonesia
6.Mengetahui Geopolitik dan Hukum Kewilayahan
7.Mengetahui Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara
8.Mengetahui Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional
9.Mengetahui Ajaran Dasar Wawasan Nusantara
10.Mengetahui Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara
11.Mengetahui Hakekat Wawasan Nusantara
12.Mengetahui Asas Wawasan Nusantara
13.Mengetahui Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara
14.Mengetahui Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara
15.Mengetahui Pemasyarakatan/Sosialisasi Wawasan Nusantara
16. Mengetahui Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara
17.Mengetahui Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
18.Keberhasilan Iplementasi Wawasan Nusantara

BAB II
PEMBAHASAN
A.Latar Belakang Geopolitik
Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik” .Maka, Membicarakan pengertian geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan politik.“Geo” artinya Bumi/Planet Bumi. Menurut Preston E. James, geografi mempersoalkan tata ruang, yaitu sistem dalam hal menempati suatu ruang di permukaan Bumi. Dengan demikian geografi bersangkut-paut dengan interrelasi antara manusia dengan lingkungan tempat hidupnya.Sedangkan politik, selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan.

Dalam studi Hubungan Internasional, geopolitik merupakan suatu kajian yang melihat masalah / hubungan internasional dari sudut pandang ruang atau geosentrik. Konteks teritorial di mana hubungan itu terjadi bervariasi dalam fungsi wilayah dalam interaksi, lingkup wilayah, dan hirarki aktor: dari nasional, internasional, sampai benua-kawasan, juga provinsi atau lokal.Dari beberapa pengertian diatas, pengertian geopolitik dapat lebih disederhanakan lagi. Geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan merujuk kepada politik internasional.Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut.Geopolitik mempunyai 4 unsur yang pembangun, yaitu keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbal balik antara geografi dan politik, serta unsur kebijaksanaan.

Latar belakang geopolitik terdiri atas :
1.Aspek Historis
Pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa terjajah dan terpecah dijajah oleh Spanyol, Portugal, Inggris, Belanda dan terakhir Jepang. Total waktu zaman penjajahan selama 350 tahun. Selama itu juga mengalami penderitaan berupa keterbodohan, kemiskinan dan kesengsaraan.

Pernah mengalami wilayah yang terpisah pada saat merdeka Negara Indonesia 17 Agustus 1945, pernah memiliki wilayah-wilayah yang terpisah karena Irian Barat  (sekarang berganyi nama Papua) masih menjadi daerah kekuasaan Belanda. RI berhasil merebut dari belanda pada tahun 1963.

2.Aspek Geografis dan Sosial budaya
Indonesia terdiri dari heterogen dan unik. Heterogen merupakan baik besar maupun kecil. Banyak pulau yang belum bernama dan belum ada ada penghuninya sehingga mudah untuk dimiliki oleh negara lain terutama pulau kecil yang berbatasan dengan negara lain. Memperhatikan keadaan negara Indonesia yang heterogen dan unik ini berpeluang kearah sentrifugal (memecah), merupakan tantangan wawasan nusantara  (ingat kasus Gerakan Papua Merdeka) sedangkan peluang gerak sentripetal  (menyatu) selalu barhadapan dengan gerak sentrifugal.

3.Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional
Geopolitik merupakan dasar pertimbangan dari aspek geografis dalam menentukan kebijakan nasional sehingga prinsip geopolitik menjadi dasar perkembangan wawasan nasional. Bangsa Indonesia yang pertama kali mengaitkan geopolitik dengan bangasa Indonesia adalah I.r Soekarno pada siding pertama BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.Berdasarkan geopolitik wilayah Indonesia adalah satu kesatuan yang satu dari Sabang sampai Merauke.

B.Pengertian Geomorfologi Negara
Geomorfologi Negara adalah merupakan salah satu bagian dari geografi.Dimana geomofologi yang merupakan cabang dari ilmu geografi, memoelajari tentang bentuk muka bumi, yang meliputi pandangan luas cakupan satu kenampakan sebagai bentang alam (lands cape) sampai pada satuan terkecil sebagai bentuk lahan (landform).Bentuk lahan terdiri dari system Pegunungan, Perbukitan, Vulkanik, Karst, Alluvial.Dataran sampai Marine terbentuk oleh pengaruh batuan penyusunnya yang ada di bawah lapisan permukaan bumi.

C.Pengertian Teori Geopolitik
Teori geopolitik adalah kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif dasar nasional untuk tujuan nasional.

Pemahaman geopolitik telah dipraktekkan sejak abad XIX, namun pengertiannya baru tumbuh pada abad XX.Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dalam menentukan alternatif kebijakan nasional untuk mewujudkan tujuan tertentu.

D.Beberapa Pandangan Para Pemikir Geopolitik
Semula Geoplitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu Negara, namun berkembang menjadi ajaran yang melegitimasikan ekspansi suatu Negara. Beberapa pandangan para pemikir :
1.Friendrich Ratzel (1844-1904) – Teori ruang : “Bangsa yang berbudaya tinggi akan ruang hidup yang makin meluas, karena kebutuhan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang primitif.
2.Rudolf Kjellen (1864-1922)-Teori Kekuatan : “bahwa Negara adalah suatu politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas. Dengan kekuatan yang dimiliki ia mampu mengeploitasikan Negara “primitif” agar negaranya dapat ber-swasembada. (Darwinisme sosial).
3.Karl Haushover (1869-1946)-Teori pan regional-empat kawasan benua : “untuk menjadi jaya,bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia yang dibagi menjadi atas empat kawasan benua dan masing-masing dipimpin satu bangsa (pan Amerika, Asia Timur, Rusia India, Eropa Afrika).”
4.Sir Halford Mackinder (1861-1947)-Teori Daerah Jantung (wawasan benua): “bila ingin menguasai dunia, suatu bangsa harus menguasai daerah jantung dan untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. Daerah jantung terdiri dari Rusia, Siberia, Sebagian Mongolia, daerah bulan sabit dalam (Eropa barat, Eropa selatan, Timur tengah, Asia selatan, Asia Timur) dan bulan sabit luar (Afrika, Australia, Benua baru)”.
5.Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alferd T. Maham (1840-1914)-Teori Kekuatan Maritim. “siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan/kekayaan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia. Oleh karena itu, ia harus memiliki armada laut yang kuat. Laut untuk kehidupan dan sumber daya banyak di laut, oleh karena itu  harus dibangun armada laut untuk menjaganya.”
6.Giulio Dauhet (1869-1930) dan William Mitchel (1989-1936) : “bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.”
7.Nicholas J. Spijkman (1893-1943) : Teori daerah batas : ”penguasaan daerah jantung harus ada akses ke laut dan hendaknya menguasai pantai sepanjang Eurasia.”

E.Geopilitik Indonesia
Geo politik Indonesia adalah Wawasan Nusantara  Secara geografis Indonesia mempunyai ciri khas yaitu berada diantara dua samudera Hindia dan Fasifik. Antara dua benua, Australia dan Asia.Indonesia berupa kepulauan sehingga disebut Benua Maritim Indonesia, atas dasar ini dikem-bangkan geopolitik nasional Wawasan Nusantara. Wawasan nusantara berarti cara pandang Indonesia tentang diri dan lingkungan berdasarkan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan UUD 45. Selain itu diartikan sebagai cara pandang, memahami, menghayati, bertindak dan berfikir sebagai hasil interaksi proses psikologis, sosiokultural dengan aspek “Astagatra”  Wawasan Nusantara memiliki asas keterpaduan meliputi satu kesatuan wilayah dan satu kesa-tuan politik serta satu ideology yaitu ideology dan identitas nasional. Satu kesatuan sosial budaya atas dasar Bhineka Tunggal Ika.

Bangsa Indonesia pertama kali mmengkaitkan geopolitik dengan bangsa Indonesia adalah Ir. Soekarno pada sidang pertama BPUPKI tgl 1 Juni 1945. Berdasarkan Geopolitik wilayah Indonesia adcalah satu kesatuan yang satu dari Sabang sampoai ke Meraauke..Menurut Soekarno Indonesia dari Barat sampai ke Timur.Lebih luas dari Sabang sampai ke Merauke.Wawasan nusantara dibangun atas dasar geopolitik bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan politik kekuasaan.Wawasan Nusantara merupakan penerapan teori geopolitik bangsa Indonesia.Salah satu kepentingan nasional dalam konsep wawasan nusantara (berdasarkan Geopolitik) adalah mewujudkan tujuan nasional yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45.Sehingga hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional.

F.Geopolitik dan hukum kewilayahan
Secara alami Indonesia adalah suatu archipelago.Sebagai negara kepulauan laut mempunyai peran dan makna yang cukup menentukan bagi survivalnya. Dari keluasan laut seluruh dunia sebesar 361 juta km2, seluas tidak kurang dari 5,5 juta km2 merupakan perairan Indonesia, terdiri atas, laut nasional yang mencapai 3,2 juta km2, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) seluas 2,3 juta km2. Laut tersebut bertaburkan lebih dari 13.667 pulau besar-kecil. Pantai dari semua pulau itu panjangnya tidak kurang dari 61,2 ribu km atau kira-kira satu setengah kali panjang garis khatulistiwa.

Di samping keluasannya kemaritiman Indonesia penting karena signifikansi strategis dari jalur laut yang dimilikinya, yang merupakan bagian dari jaringan lalu lintas perkapalan internasional.Yaitu Selat Lombok, Selat Makasar, Selat Sunda, Selat Karimata, dan Selat Malaka.

Selat yang terakhir disebut itu merupakan pintu masuk tunggal dari jalan laut yang tersingkat antara Samudra Pasifik dan bagian utara Samudra Hindia di mana terdapat Teluk Benggala, Laut Arabia, dan Teluk Persia.Belum lagi dihitung keterkaitan riil dari jalur Selat Sunda dan Selat Karimata, ke arah utara, dengan Laut Cina Selatan yang mendapat kehormatan disebut “simpang jalan Asia”.

Posisi Indonesia penting karena dua hal.Pertama, secara geografis terletak di antara dua benua dan dua samudra.Kedua, secara idiil, merupakan satu unsur tersendiri dalam kelompok besar penduduk dunia yang beragama Islam; di samping kelompok besar (manusia) Barat, di mana Amerika Serikat menonjol sebagai unsur tersendiri dan kelompok besar (manusia) yang berbudaya sinik, di mana Tiongkok merupakan unsurnya yang tersendiri. Ini adalah tiga pengelompokan besar human yang menurut prakiraan strategis bakal memainkan peran besar dalam gejolak politik di abad XXI.

G.Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara
Berdasarkan Falsafah Pancasila, manusia indonesia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikir, dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan  hidupnya dari generasi ke generasi. Berdasarkan kesadaran yang dipengaruhi oleh lingkungannya, manusia indonesia memiliki motivasi antara lain untuk menciptakan suasana damai dan tenteram dalam membina  hubungan antarsesama.

Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah bersemayam dan berkembang dalam hati sanubari dan kmesadaran bangsa indonesia. Nilai-nilai pancasila juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional sbb:
1.Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam sila ketuhanan yang maha esa bangsa indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mengembangkan sikap saling menghormati, memberi kesempatan dan       kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan   masing-masing, serta tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan dengan    cara apapun .

2.Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Dengan sila persatuaan indonesia, bangsa indonesia mengakui, menghargai, dan memberikan hak dan kebebasan yang sama kepada setiap warganya untuk menerapkan hak asasi manusia (HAM). Namun kebebasan HAM tsb tidak mengganggu dan harus menghormati HAM orang lain.

3.Sila persatuan Indonesia
Dengan sila persatuan indonesia, bangsa indonesia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kepentingan masyarakat yang lebih luas harus lebih diutamakan daripada kepentingan golongan, suku maupun perorangan. Tetapi kepentingan yang lebih besar tsb tidak mematikan atau meniadakan kepentingan golongan, suku bangsa, maupun perorangan.

4.Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan
Dengan sila kerakyatan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, bangsa indonesia mengakui bahwa pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama diusahakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Ini berarti tidak tertutupnya kemungkinan dilakukan pemungutan suara (voting) dan berarti tidak dilakukakannya pemaksaan dengan cara apapun.

5.Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan silaini keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, bamgsa indonesia mengakui dan menghargai warganya untuk mencapai kesejahteraan yang setinggi-tingginya sesuai hasil karya dan usahanya masing-masing. Tetapi usaha untuk meningktkan kemakmuran tsb tanpa merugikan apalagi menghancurkan orang lain.

H.Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional

Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
1.Implementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
2.Implementasi dalam kehidupan Ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
3.Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
4.Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.

I. Ajaran Dasar Wawasan Nusantara
1.Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional Indonesia
Pengertian-pengertian yang di gunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar wawasan nusantara ialah wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan nya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

2.Landasan idil : pancasila
Pancasila telah di akui sebagai ideology dan dasar Negara yang merumuskan dalam pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, pancasila mencerminkan nilai keseimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan, dan kesatuan, kekeluargaan, kebersamaan dan kearifan dalam mem bina kehidupan nasional. Pancasila merupakan sumber motivasi bagi perjuanga seluruh bangsa Indonesia dalam tekadnya untuk menata kehidupan didalam Negara kesatuan republic Indonesia secara berdaulat dan mandiri. Pengejawantahan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara diaktualisasikan dengan mensyukuri segala anugrah sang pencipta baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi maupun segala isi dan potensi yang dimiliki oleh wilayah nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan harkat dan martabat bangsa dan Negara Indonesia dalam pergaulan antar bangsa. Dengan demikian, pancasila sebagai filsafah bangsa Indonesia telah di jadikan landasan idil dan dasar Negara sesuai dengan yang tercantum pada pembukaan UUD 1945.Karena itu, pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan idiil wawasan nusantara.

3.Landasan konstitusional : UUD1945
UUD 1945 merupakan konstitusi dasaryang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa , dan bernegara. Bangsa Indonesia sepakat bahwa Indonesia adlah Negara kesatuan yang berbentuk republic dan berkedaulatan rakyat yang di lakukan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat.Karena itu, Negara mengatasi segla paha golongan, kelompok, dan perseorangan serta menghendaki persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek dan dimensi kehidupan nasional. Artinya kepentingan Negara dalam segala aspek dan perwujudannya lebih di utamakan di atas kepentingan golongan, kelompok, dan perseorangan berdasarkan aturan , hukum, dan perundang-undangan yang berlaku yang memperhatikan hak asasi manusia(HAM), aspirasi masyarakat, dan kepentingan daerah yang berkembang saat ini.

J.Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara
Konsepsi wawasan nusantara meliputi tiga unsur yaitu:
1.Wadah (counter)
Wadah kehidupan bangsa Indonesia meliputi wilyah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan beraneka ragam budaya.Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan organisasi kenegaraan adalah wadah kegiatan kenegaraan dalam wujud supra politik.Sedangkan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infra politik.

2.Isi (content)
Isi dari wawasan nusantara adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 dimana untuk mencapi tujuan tersebut harus mampu diciptakan persatuan dan kesatuan dalam berbhineka dalam kehidupan nasional.

3.Tata Laku (counduct)
Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yang melahirkan perilaku bangsa Indonesia baik tata laku batiniah dan lahiriah. Kedua tata laku ini akan mencerminkan identitas atau kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta akan tanah air dalam semua aspek.

K.Hakekat Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara pada hakekatnya adalah persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan nasional. Dengan demikian konsep dasar wawasan nusantara memiliki ciri-ciri pokok yaitu sebagai berikut:
1.Mawas ke dalam dengan upaya mewujudkan segenap aspek kehidupan bangsa dan negara.
2.Mewujudkan suatu persatuan dan kesatuan yang manunggal dan utuh menyeluruh antara wadah, isi dan tata laku.
3.Mawas ke luar menampilkan wibawa sebagai wujud sikap kesatuan, persatuan dan kebulatan wadah, isi dan tata laku.

L. Asas Wawasan Nusantara dan Arah Pandangan Wawasan Nusantara
Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi,ditaati,dipelihara dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara terdiri dari :
a.Kepentingan yang sama.
Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan,kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain.tujuan yang sama adalah tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik daripada sebelumnya.
b.Keadilan.
Yang berarti kesesuaian pembagian hasil dengan andil,jerih payah usaha dan kegiatan baik orang perorangan,golongan,kelompok maupun daerah.
c.Kejujuran.
Yang berarti keberanian berpikir,berkata dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit an kurang enak didengarnya.
d.Solidaritas.
Yang berarti diperlukannya rasa seti kawan,mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meniggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
e.Kerja sama.
Brarti adanya koordinasi,saling pengertian yang didasarka atas kesetaraan sehingga kerja kelompok,baik kelompok yang kecil maupun kelompok yang lebih besar dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang lebih baik.
f.Kesetiaan.
Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama ini sangatlah penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan dalam keBhinekaan.Jika kesetiaan terhadap kesepakatan bersama ini goyah apalagi ambruk,dapat dipastikan bahwa persatuan dan kesatuan dalam keBhinekaan bangsa Indonesia akan hancur berantakan. Ini berarti hilangnya negara kesatuan Indonesia.

Arah Pandang Wawasan Nusantara Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi, konstelasi geografi, dan perkembangan lingkungan strategis,arah pandang wawasan nusantara meliputi :
a.Arah pandang ke dalam, mengandung arti bahwa bangsa Indonesia harus peka dan
berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab
timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpelihara
nya persatuan dan kesatuan dalam keBhinekaan.

b.Arah pandang ke luar, mengandung arti bahwa dalam kehidupan internasionalnya, bangsa Indonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan demi tercapainya tujuan nasional sesuai dengan yang tertera pada Pembukaan UUD 1945.

M.Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara
Kedudukan Wawasan Nusantara terdiri dari dua yaitu:
1.Wawasan nusantara sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat dalam mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
2.Wawasan nusantara dalam paradigma nasional memliki spesifikasi:
a.Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil.
b.Undang - Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
c.Wawasan nasional sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
d.Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
e.GBHN sebagai politik dan strategi nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.

Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertibandunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".

Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.[4]

N.Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara
Sebagai cara pandang dan visi nasional Indonesia , Wawasan Nusantara harus dijadikan arahan , pedoman , acuan , dan tuntutan bagi setiap individu bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara tuntutan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Karena itu , implementasi atau penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir , pola sikap , dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia dari pada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri . Dengan kata lain , Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir , bersikap , dan bertindak dalam rangka menghadapi , menyikapi , atau menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara. Implementasi Wawasan Nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :
1.Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan Negara yang sehat dan dinamis . Hal tersebut nampak dalam wujud pemerintahan yang kuat , aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan rakyat.
2.Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakantatanan ekonomi yang benar – benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
3.Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan social budaya akan menciptakansikap batiniah dan lahiriah yang mengakui , menerima , dan dan menghormati segala bentuk perbedaan atau kebhinnekaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia pencipta.
4.Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan Hankam akan menumbuhkankesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih lanjutkan membentuk sikap bela negara pada setiap warga Negara Indonesia.

O. Pemasyarakatan/Sosialisasi Wawasan Nusantara
Permasyarakatan atau sosialisasi wawasan nusantara dapat dilkukan melaui 2 cara yaitu :
1.Menurut Sifatnya :Langsung, seperti ceraha, diskusi, tatap muka Tidak Langsung, seperti media elektronik dan media cetak.
2.Menurut metodenya,
a.Keteladanan
Melaui keteladanan yang dinyatakan dalam sikap perilku kehidupan sehari h- hari padakehidupannya, terutama dengan memberikan contoh-contoh, berfikir, bersikap dan bertindak mementigkan kepentingan bangsa dan neagara diatas kepentinagan pribadi dan golongan.
b.Edukasi
Metode edukasi dilakuakn baik secara formal maupun informal, secara formal disampaikan dalam pendidikan formal, sejak pendidikan anak-anak sampai perguruan tinggi.Sedangkan secara informal dapat dilakukan dilingkungan rumah tangga, permukiman dan lain-lain.
c.Komunikasi
Melalui metode komunikasi tujuan yang ingin dicapai dari permasyarakatan. Wawasan Nusantara adalah tercapainya hubungan kominikatif secara baik.
d.Integrasi
Melaui metode integrasi tujuan dari masyarakat dapat tercapai dai permasyarakatan wawasan jnusantara yang mampu memantapkan untuk untuk membatasi sumber konflik didalam tubuh bangsa Indonesia baik, baik dimasa ini ataupun dimasa mendatang.

P. Tantangan Iamplementasi Wawasan Nusantara
1.Pemberdayaan Masyarakat
John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan  negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya. Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedang untuk negara berkembang dengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.

Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan an    caman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal.

2.Dunia Tanpa Batas
a.Perkembangan IPTEK
Mempengaruhi pola, pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam aspek kehidupan.Kualitas sumber daya Manusia merupakan tantangan serius dalam menghadapi tantangan global.

b.Kenichi Omahe dalam bukunya Borderless Word dan The End of Nation State
menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara, mengingat perkembangan tsb akan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3.Era  Baru Kapitalisme
a.Sloan dan Zureker
Dalam bukunya Dictionary of Economics menyatakan Kapitalisme adalah suatu sistim ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri.

Di era baru kapitalisme,sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.

b.Lester Thurow
Dalam bukunya The Future of Capitalism menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis.

Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia, Lingkungan hidup.

4.Kesadaran  Warga Negara
a.Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban
Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
b.Kesadaran bela Negara
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan dan memelihara persatuan.
Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.

Q.Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb:
1.Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya  kepada rakyatnya.
2.Borderless World dan The End of Nation State menyatakan  batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
3.The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4.Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.

R.Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara
Diperlukan kesadaran WNI Untuk:
a.Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
b.Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik”. Maka, Membicarakan pengertian geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan politik. “Geo” artinya Bumi/Planet Bumi.Geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan merujuk kepada politik internasional. Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut.

2.Geomorfologi Negara adalah merupakan salah satu bagian dari geografi, dimana geomofologi yang merupakan cabang dari ilmu geografi, memoelajari tentang bentuk muka bumi.
3.Teori geopolitik adalah kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif dasar nasional untuk tujuan nasional.

4.Beberapa pandangan para pemikir geopolitik
a.Friendrich Ratzel (1844-1904) – Teori ruang : “Bangsa yang berbudaya tinggi akan ruang hidup yang makin meluas, karena kebutuhan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang primitif. 
b.Rudolf Kjellen (1864-1922)-Teori Kekuatan : “bahwa Negara adalah suatu politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas. Dengan kekuatan yang dimiliki ia mampu mengeploitasikan Negara “primitif” agar negaranya dapat ber-swasembada. (Darwinisme sosial).
c.Karl Haushover (1869-1946)-Teori pan regional-empat kawasan benua : “untuk menjadi jaya, bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia yang dibagi menjadi atas empat kawasan benua dan masing-masing dipimpin satu bangsa (pan Amerika, Asia Timur, Rusia India, Eropa Afrika).”
5.Geopolitik Indonesia adalah Wawasan Nusantara  Secara geografis Indonesia mempunyai ciri khas yaitu berada diantara dua samudera Hindia dan Fasifik.
6.Posisi Indonesia penting karena dua hal. Pertama, secara geografis terletak di antara dua benua dan dua samudra. Kedua, secara idiil, merupakan satu unsur tersendiri dalam kelompok besar penduduk dunia yang beragama Islam.

7.Berdasarkan Falsafah Pancasila, manusia indonesia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikir, dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya.

8.Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional yaitu:
a.Implementasi dalam kehidupan politik
b.Implementasi dalam kehidupan Ekonomi,
c.Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya,
d.Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan,

9.Ajaran dasar wawasan nusantara ialah wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan nya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

10.Konsepsi wawasan nusantara meliputi tiga unsur yaitu:
a.Wadah (counter)
b.Isi (content)
c.Tata Laku (counduct)

11.Wawasan nusantara pada hakekatnya adalah persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan nasional.
12.Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidahdasar yang harus dipatuhi,ditaati,dipelihara dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap kesepakatan bersama.

13.Kedudukan Wawasan Nusantara terdiri dari dua yaitu:
a.Wawasan nusantara sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat dalam mencapai dan mewujudkan tujuan nasional dan
b.Wawasan nusantara dalam paradigma nasional memliki spesifikasi: 

14.Sebagai cara pandang dan visi nasional Indonesia, Wawasan Nusantara harus dijadikan arahan , pedoman , acuan , dan tuntutan bagi setiap individu bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara tuntutan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

15.Permasyarakatan atau sosialisasi wawasan nusantara dapat dilkukan melaui 2 cara yaitu :
a.Menurut Sifatnya :Langsung, seperti ceraha, diskusi, tatap muka dan Tidak Langsung, seperti media elektronik dan media cetak.
b.Menurut metodenya: keteladanan, edukasi, komunikasi, dan integrasi.

16. Tantangan implementasi wawasan nusantara diantaranya :Pemberdayaan Masyarakat, John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan  negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.

17.Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb:
a.Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya  kepada rakyatnya.
b.Borderless World dan The End of Nation State menyatakan  batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
c.The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
d.Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.

18.Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara Diperlukan kesadaran WNI Untuk:
a.Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
b.Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.

DAFTAR PUSTAKA
http://chanokta.blogspot.com/2012/10/geopolitik.html
http://chubhichubhi.blogspot.com/2011/04/asas-wawasan-nusantara-kedudukan-fungsi.html
http://git-gityudhistira.blogspot.com/2012/02/kewarganegaraan-g-e-o-politik.html
http://jusmarchorihi.blogspot.com/2010/11/geopolitik.html
http://nsimeon.blogspot.com/2013/12/beberapa-pandangan-para-pemikir.html
http://rinastkip.wordpress.com/2012/11/21/makalah-pkn-geopolitik-indonesia/
http://www.scribd.com/doc/15964480/29/prospek-implementasi-wawasan-nusantara


Apr 15, 2015

Makalah Masa Nabi Muhammad di Madinah 2

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
"MASA NABI MUHAMMAD DI MADINAH"



DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014



BAB II
PEMBAHASAN
A.Strategi Dakwah Di Madinah
Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijriah sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijriah.

Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surat Makiyah dan Hadis periode Mekah, juga ajaran Islam yang terkandung dalm 25 surat Madaniyah dan hadis periode Madinah. Adapaun ajaran Islam periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan.

Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orang-orang yang sudah masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab dan tidak termasuk bangsa Arab.

Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab, tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman: 
Artinya: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat   bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya’, 21: 107)

Dakwah Rasulullah SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu, Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakat madani di Madinah.

Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat.

Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan kemauan dan kesadarn sendiri. namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Isla dan umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka.

B.Peperangan Yang Dihadapi Nabi Muhammad
Ada beberapa perang yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW yaitu sebagai berikut :
1.Perang Badr
Persoalan antara kaum muslimin madinah dengan kaum quraisy belumlah selesai. Hal itu antara lain mengenai masalah perdagangan quraisy yang sewaktu-waktu dapat diganggu oleh kaum muslimin madinah karena letak madinah yang menghubungkan jalur perdagangan antara syam di utara kota itu dan mekkah di selatan kota Nabi tersebut. Bila kaum muslimin menghadang perdagangan quraisy maka akan merugikan pihaknya, dan inilah yang ditakutkan olehnya. Pada tahun kedua hijriyah di bulan ramadhan terjadilah perang badr al-kubra, antara kaum muslimin madinah di bawah pimpinan rasulullah saw . melawan kaum quraisy dengan sebab-sebab antara lain ialah quraisy ingin melenyapkan musuhnya, pada hal mereka telah merampas harta karun muslimin di mekkah. Bila quraisy menang maka jalur perdagangan ke utara akan aman tanpa gangguan seperti yang dikhawatirkan selama ini. Bila jalur perdagangan terganggu maka akan merugikan perniagaan quraisy sehingga mereka nekad memerangi muslimin yang mulai kuat kedudukannya . sebab langsung perang ini ialah ketika kaum muslimin menahan khalifah quraisy pimpinan abu sufyan, yang mengetahui maksud kaum muslimin itu sehingga ia meminta bantuan pasukan dari mekkah. Walau ia beserta kafilahnya dapat selamat sampai ke mekkah melaluli jalan tepi pantai laut merah, tetapi pasukan quraisy dikirim juga ke madinah, sebanyak kira-kira 1.000 orang yang dipimpin oleh para pahlwannya, antara lain Abu Jahl, yang tetap saja ingin berperang. Kekuatan pasukan Islam kira – kira 300 personil.

Medan pertempuran terjadi di dekat sumur Badr antara Mekkah dan Madinah. Sumur itu kepunyaan seorang yang bernama BAdr sehingga dikenal dengan perang  Badr. Quraisy menampilkan 3 orang pahlawan kenamaan di medan laga, yakni ‘Utbah ibn Rabi’ah, al-Walid putra dan Syaibah, saudara “Utbah mereka menantang pasukan Islam yang ditampilkan 3 orang juga pilihan Nabi sendiri yang mempunyai hubungan keluaraga dengan musuhnya itu, yakni ‘Ubaidah ibn Haris, Hamzah dan Ali ibn Abi talib. Pertempuran berjalan seru, debu-debu berhamburan berbubung ke udara, di tambah lagi dengan pekikan suara para pahlawan dan kilatan serta  gemerincingnya pedang yang mendominasi keadaaan. Akhirnay pertempuran dimenangkan oleh pihak muslimin ketiga sedangkan para pahlawan islam selamat kecuali ‘Ubaidah yang mendapat luka parah yang menyebabkan gugur sebagai syahid. Pasukan Muslimin menewaskan 70 orang lawan dan menawan banyak musuh yang seharusnay dihukum bunuh tetapi selamat atas kasih saying Rasulullah SAW. Dan usaha diplomasi yang bagus dari Abu Bakar. Kemenangan yang gemilang ini diabadiakan oleh al-qurqn dalam Q.s Ali Imran : 123
Artinya : sesungguhnaya Allah telah menolongmu dalam peperangan Badr, pada hal kamu saat itu tiada berdaya.

2.Perang Uhud
Perang uhud terjadi di kaki Gunung Uhud yang terletak di utara Madinah pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke – 3 Hijjriyah. Sebab-sebab perang adalah kaum Quraisy ingin menebus kekalahan yang dideritanya pada waktu perang Badr. Untuk persiapan perang kaum Quraisy menumpuk hartanya, tidak membelanjakannya lantaran hanya yang akan dikeluarkan tentunya besar untuk dapat mengalahkan musuh. Mereka khawatir kalau kalah lagi dalam perang ini, amka Abu Sufyan, pemimpim mereka  mengumpulkan 3.000 orang pemanggul senjata di bawah pimpinan Talhah ibn Abi Talhah yang terdiri dari berbagai suku, antara lain suku Arab Tihamah, Kinanah, Bani al – haris, Bani al-Harun, Bani al-Mustaliq di samping kaum Quraisy sendiri yang membawa serta para istrinya dan para wanita sebagaimana kebiasaan orang Arab dalam berperng , dengan maksud agar pasukan laki-laki tidak lari dari medan laga. Pasukan mereka dilengkapi dengan 200 pasukan  berkuda dan 3000 unta. 700 diantanya memakai baju besi. Khabar akan menyerangnya kaum Quraisy itu sampai ke Rasulullah saw, bagaimana cara mengatasinya. Diputuskan bahwa kaum muslimin akan menyongsong musuh di luar kota dengan menyiakan 1.000 pemanggul senjata. Tetapi sepertiga dari pasukan itu ternyata kaum munafiq di bawah pimpinan Abdullah ibn Ubai yang kembali ke Madinah tidak amu meneruskan perang dengan alasan usulnya untuk bertahan di dalam kota tidak diterima oleh kaum Muslimin, yang cenderung menyongsong musuh di luar kota.

Nabi saw mengatur posisi pasukan sesampainya di bukit Uhud Limapuluh orang pemanah yang handal di bawah pimpinan Abdullah ibn jabir diletakkan oleh Nabi di tempat yang dapat dimasuki oleh pasukan musuh untuk memukul pasukan Islam dari belakang. Kemudian mulaiah perang tanding satu lawan satu sebelum pertempuran missal terjadi. Keluarlah Talhah ibn Abi Talhah dari Quraisy yang dilawan oleh Ali ibn Abi Talib, dan terbunuhlah Talhal. Disusul oleh Usman, saudara Talhah , yang amti terbunuh di tangan Hamzah. As’ad saudara Thalhah yang lain keluar pula, namun nasib malang, ia terbunuh di tanagn Ali ibn Abi Talib. Satu lagi saudara Talhah keluar, yakni Musami’ yang juga tewas terbunuh.

Sesaat kemudian berkobarlah pertempuran missal antara kedua pasukan besar itu. Nabi saw selalu khawatir kalau-kalau pasukan berkuda musuh pimpinan Khalid ibn al-Walid masuk dari belakang dan memukul pasukan muslimin. Pada awal pertempuran kaum muslimin memperlihatkan kemenangannya. Tetapi pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Nabi di posnya tadi meninggalkan kedudukannya lantaran silau dengan harta rampsan perang sebagaimana dilakukan oleh pasukan yang lain, yang berakibat fatal. Pasukan Khalid dapat memasuki wilayah strategis tadi dang anti memukul pasukan muslimin, sehingga kacau balaulah pasukan yang dipimpin langsung oleh Nabi itu, yang akhirnya pasukan muslimin menderita kekalahan. Kalau dilihat kekalahan kaum Muslimin ketika hampir selesai perang Uhud ialah karena mereka berani melanggar perintah Rasulullah untuk tdak meninggalkan tempat yang telah ditentukannya hanya lantaran mengejar duniawi, harta rampsan perang yang melimpah. Walaupun mereka berusaha melawan musuh tetapi Quraisy lebih menguntungkan sehingga malapetakalah yang menimpa muslimin. Nabi sendiri mendapat luka – luka karena lemparan batu dari musuh, bahkan sempat terperosok di lubang yang sengaja digali oleh musuh untuk menjerumuskan kaum muslimin.

3.Perang Khandaq
Perang Ahzab atau perang khandaq terjadi pada bulan syawal tahun ke-5 hijriyah, bertempat di sekitar madinah. Dinamakan azhab atau sekutu karena quraisy mengajak suku-suku lain untuk bergabung, dan dikatakan khandaq karena di sekitar madinah terutama di bagian utara kota digali parit atau usul salman ai-farisi untuk mempertahankan kota dari serangan musuh. Bagian barat kota dipertahankan bersama-sama, kaum laki-laki  mempertahankan kota di belakang parit, rumah-rumah saling dihubungkan dan lorong-lorong harus ditutup, sehingga kota bagaikan benteng yang kokoh layaknya. Kaum quraisy memperhitungkan bahwa perang ini adalah usaha terakhir untuk menghancurkan musuh mereka setelah kemenangan di perang uhud. Orang-orang quraisy bersekutu dengan orang-orang yahudi dari khaibar, di samping mengajak bani salim, bani asad, gatafan, murrah, dan asyja’.

Ketika pasukan sekutu itu sampai di madinah, mereka tercengang dengan adanya parit yang menganga lebar dan dalam menghalangi maksud mereka. Terpaksa mereka hanya menghamburkan anak panah yang dilepas dari busurnya tanpa mengenai sasaran, sesekali di antara mereka ada yang ingin menyeberangi parit, seperti amr tetapi ditebas oleh ali bin abi thalib hingga tewas. Demikian pula ikrimah bin abu abu jahl yang nekad mencoba menyeberangi parit, dihalau oleh ali bin abi thalib dan dikepung oleh pasukan islam sehingga ia lari terbirit-birit. Pasukan sekutu pimpinan quraisy itu berkemah disekitar kota madinah tanpa membawa hasil, maksud pun tak tercapai. Maka tersebarlah desas-desus diantara mereka dan terjadilah persaingan kepemimpinan, seperti abu sufyan yang merasa sebagai panglima tertinggi sekutu, ibn hins, al-haris bin auf dan lain-lain yang memimpin kelompoknya sendiri-sendiri.

Dalam frustasi sedemikian itu huyai bin ahtab dari quraisy mendatangi pimpinan yahudi baniquraidah, ka’ab bin asad yang telah membuat kesepakatan damai dengan Nabi, untuk bergabung dengan sekutu agar dapat bersama-sama memukul dan menghancurkan kaum muslimin. Ka’ab menyetujui rayuan quraisy itu dan dengan sendirinya ia berkhianat terhadap rasulullah yang telah mengikat perjanjian damai. Rupanya jalan kemenangan bagi kaum muslimin telah kelihatan samar-samar tatkala seorang yang bernama nu’aim bin mas’ud, seorang pemimpin arab yang telah masuk islam dan datang kepada rasulullah menawarkan diri untuk membantu Nabi dengan car apa saja yang diperintahkan oleh rasulullah, ia akan jalankan. Nabi saw.memerintahkan agar ia menyembunyikan keislamannya dan disuruh untuk menyebarkan bibit perpecahan di kalangan sekutu, dan dikatakan oleh Nabi bahwa peperangan itu ialah tipu muslihat. Maka pergilah nu’aim kepada bani quraidah dan mengtakan bahwa sekiranya quraisy sewaktu-waktu meninggalkanmu, kalian akan mendapat balasan dari kaum muslimin. Oleh karena itu kalian harus minta kepastian kepada quraisy bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu, dan mintalah beberapa orang pemimpin mereka sebagai sandera. Kepada quraisy nu’aim ganti berkata bahwa bani quraidah telah mengadakan perjanjian damai secara rahasia dengan Muhammad, dan mereka akan meminta kepadamu sandera yang akan diserahkan kepada Muhammad, maka hati-hatilah terhadap tipu yahudi. Dalam waktu dekat datanglah bani quraidah ke pihak  quraisy meminta sandera kepadanya, yang ditolak oleh quraisy maka yahudi yakin bahwa quraisy tidak jujur. Dengan demikian maka terjadilah perpecahan di kalangan sekutu.

Sementara itu bertiuplah angin kencang yang memporak-porandakan kemah-kemah pasukan sekutu, menjungkir-balikkan periuk-periuk mereka dan menghamburkan debu yang memedaskan mata, yang akhirnya larilah mereka dari perkemahan itu. Allah swt berfirman dalam hal ini:
 “Hai orang-rang yang beriman! Ingatlah akan ni’mat Allah bagimu, ketika bala tentara datang hendak menyerangmu, lalu kami kirik kepada mereka angin badai dan bala tentara yang tidak kelihatan olehmu”. (al-ahzab:9)

”Dan dienyahkanlah oleh Allah orang-orang yang kafir itu dengan penuh kegeraman dalam dada mereka, disebabkan mereaka tidak mencapai suatu kebaikan pun, dan tuhan telah menghindarkan orang-orang yang mukmin dari peperangan . Allah itu maha kuat lagi maha perkasa”. (al-ahzab:25)

4.Perjanjian Hudaibiyah
Sudah lama kaum muslimin bermukim di Madinah, kira – kira enam tahun, waktu yang cukup untuk memendam rindu. Kaum muslimin ingin melihat kampong halamannya dan menengok sanak saudaranya yang ditinggalkan di mekkah. Mereka merencanakan mengerjakan umrah pada bulan ynag dihormati (al-asyhur al-harum) bagi bangsa arab yang dilarang di dalamnya untuk menumpahkan darah. Mereka bersama rasulullah saw. Kira-kira 1.000 orang berangkat ke mekkah dengan pakaian ihram putih-putih, tanpa membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya untuk membela diri di jalan. Walau demikian kaum quraisy tidak percaya kedatangan muslimin tadi untuk umrah, mereka mengira bahwa kaum muslimin itu datang ke mekkah untuk berperang. Kaum quraisy berusaha menghambat kedatangan kaum muslimin agar melewati bulan-bulan yang dihormati itu. Untuk itu Khalid ibn al-walid mencegat kedatangan rombongan Nabi saw. tersebut. tetapi perkiraan Khalid meleset karena kaum muslimin melewati jalan bukan yang diperkirakan oleh Khalid, sehingga pada bulan ynag ditentukan itu mereka sudah mendekati mekkah, sampai di suatu tempat yang bernama hudaibiyah. Rasulullah bertindak bijaksana dengan mengutus usman ibn affan ke mekkah untuk mengadakan pembicaraan dengan quraisy. Usman ditahan oleh quraisy, dan diissuekan bahwa ia dibunuh oleh musuh, maka kaum muslimin membulatkan tekad bersumpah setia untuk melawan bila terjadi perang hingga titik darah penghabisan atau menang, itulah yang dinamakan bai’atur ar-ridwan. Allah swt, menyatakan dalam al-quran:
 
“Sesungguhnya Allah amat senang pada orang-orang mukmin, ketika mereka bersumpah setia kepadamu di bawah pohon kayu itu. Maka ia mengetahui apa-apa yang berada dalam hati mereka karena itu tuhan menurunkan ketenteraman atas mereka, dan diberinya pahala dengan kemenangan yangf dekat”. (Al-fath:18)
Kemudian datanglah usman membawa hasi, yakni menghilangkan kekhawatiran bagi quraisy, dan diadakanlah perundingan antara kedua kelompok itu, di pihak quraisy diwakili oleh suhail ibn umar. 

Perundingan itu disebut perjanjian hudaibiyah atau suhl al-hudaibiyah, yang isinya:
1.Gencatan cenjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun.
2.Orang quraisy muslim yang akan datang kepada kaum muslimin dengan tidak izin walinya, hendaklah ditolak oleh kaum muslimin.
3.Quraisy tidak menolak orang muslim yang kembali kepada mereka.
4.Barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan Muhammad diperbolehkan, demikian juga barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan quraisy diperbolehkan.
5.Kaum muslimin ditangguhkan umrahnya hingga tahun depan. Kaum muslimin memasuki mekkah setelah quraisy kelua dari kota itu, dan tidak dibolehkan membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya, dan tidak boleh tinggal di kota suci itu lebih dari tiga malam.

Kaum muslimin tidak puas karena tidak dapat memasuki mekkah yang tinggal sedikit lagi untuk dicapainya. Namun kalau dilihat isi perjanjian itu maka terdapathikmah dalam tiap butirnya. Umar ibn al-khatab yang biasa bicara lantang langsung berkata kepada Nabi saw. Bahwa menurutnya kaum muslimin merasa terhina dengan peristiwa itu, yang dijawab oleh rasul saw. Bahwa ia adalah utusann-nya yang tiada sekali-kali menyalahi perintah-nya. Perjanjian tersebut menguntungkan kaum muslimin Karen aquraisy mengakui keberadaan mereka, kalau tidak mengakui keberadaan musuhnya maka mereka seharusnya tidak mau mengadakan perjanjian damai. Dengan peristiwa tersebut kaum muslimin justru bebas mengadakan dakwah islamiyah tanpa ada yang mengganggu, dan diberi kebebasan bagi kabilah-kabilah untuk menggabungkan diri kepada salah satu pihak. Namun mereka berfikir dua, tiga kali bila mau bergabung dengan quraisy, karena kaum muslimin tambah kuat kedudukannya, bila sewaktu-waktu ada perang tentunya kaum muslimin akan menang. Maka mereka lebih baik bergabung dan menyatakan diri masuk islam daripada ikut kelompok quraisy.

5.Perang mu’tah
Perang ini terjadi pada tahun 8 hijriyah di dekat desa mu’tah, bagian utara jazirah Arabia. Sebab-sebab perang ialah bahwa masa gencatan senjata antara muslimin dengan quraisy dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyeru manusia agar mau menerima ajaran islam dengan cara antara lain mengirim surat kepada raja-raja di sekitar jazirah Arabia.  Nabi saw mengirim surat kepada raja ghasasinah, kerajaan yang berada di bawah lindungan Byzantium, yang dibawa oleh utusan khusus, yakni al-haris ibn umar al-azdi. Utusan itu dibunuh oleh pihak ghasasinah, bahkan mereka menghina islam, maka Nabi saw menyiapkan pasukan untuk melindungi dakwah islam di bawah pimpinan zaid ibn harisah dengan tiga ribu personil. Ghasasinah dibantu oleh Byzantium atau romawi timur dengan pasukan yang lebih besar, yakni ada yang mengatakan sampai 200.000 orang. Pasukan muslimin nekad untuk melawan musuh walau tidak seimbang, mereka jatuh satu persatu di tangan musuh, yang akhirnya diputuskan untuk mundur. Khalid ibn al-walid pahlawan quraisy pada perang uhud yang telah masuk islam menaburkan debu ke langit sehingga keadaan udara gelap, yang disangka oleh musuh sebagai bala bantuan yang datang dari madinah. Pada hal pasukan muslimin serentak mundur berbarengan dengan hamburan debu tadi. Demikian pula musuh, mereka juga mundur karena takut jangan-jangan bala bantuan yang dikira datang itu lebih besar sehingga menghancurkan mereka. Dengan perang mu’tah ini kaum muslimin tahu bahwa ada musuh yang lebih besar diluar jazirah Arabia yang seharusnya dihadapi dengan kekuatan yang memadai untuk masa selanjutnya. Dalam peperangan ini banyak syahid, mereka yang gugur di jalan Allah untuk membela agama, memenuhi panggilan ilahi. Seperti Abdullah ibn abi rawahah dan ja’far ibn abi thalib.

6.Pembebasan mekkah
Pembebasan kota Makkah atau Fathu Makkah terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Bangsa Arab sudah banyak yang masuk Ismlam baik dari utara maupun selatan Jazirah. Kaum Quraisy sudah merasa bahwa dirirnya terkucil, di samping itu para pahlawan andalan mereka juga tergabung ke dalam pelukan Islam seperti Khalid ibn al-Walid yang bahkan telah ikut berperang membela Islam dalam Perang Mut’ah, dan ‘Amr ibn As. Dengan kekuatan yang besar umat Islam tidak perlu menyerang Makkah yang akan menumpahkan darah, dan itulah yang dilakuakn oleh rasulullah saw. Kesempatan untuk menaklukkan Makkah tiba dengan adanya peperangan anatara Bani Bakr sekutu Quraisy melawan Bani Khuza’ah yang memihak dan meminta bantuan kepada Muslimin. Nabi saw. mengerahkan pasukan besar, kurang lebih 10.000 orang yang tunduk dan patuh kepada perintahnya. Nabi sudah merasa bahwa untuk menaklukkan Makkah tidak perlu lagi diperangi, tetapi cukuplah ditakut-takuti saja. Pasukan yang besar diperintahkan untuk berkemah di dekat kota Makkah. Rasulullah disambut oleh Abbas, pamannya yang memaklumkan Islamnya, kemudian juga Abu Sufyan yang selama ini paling keras melawan Islam mengaku tiada Tuhan selain Allah. Tetapi Nabi saw. tidak memperkenankan pemimpin Quraisy itu kembali ke Makkah sebelum menginspeksi pasukan Islam. Sekembalinya di Makkah Abu Sufyan menceritakan kepada kaumnya betapa besar pasukan Islam yang berada di dekat negerinya itu sehingga tak ada kekuatan yang dapat membendungnya.

Nabi Muhammad saw. memerintahkan pasukannya memasuki makkah melalui empat jurusan, sementara itu juru bicara Rasulullah bersuara kears mengumumkan bahwa barang siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan ia aman, barang siapa yang masuk ke rumah masing-masing dengan menutup pintu ia aman, dan siapa yang masuk masjid ia aman. Dengan demikian maka Makkah telah dibebaskan dari kekafiran dan kemusyrikan serta tunduk pada kekuatan Islam. Kaum muslimin lantas mengerjakan berhala-berhala yang berada di sekitarnya. Nabi mengatakanan kepada para bekas musuhnya itu: “ Tindakan apakah menurut perkiraanmu yang akan kulakukan terhadapmu?” Mereka menjawab: “Engkau wahai Muhammad, adalah saudara kami yang pemurah dan anak saudara kami ynag pemurah”. Rasul pun menjawab: “Pergilah! Kamu sekalian bebas”.

7.Perang Hunain dan Taif
Perang ini terjadi di Wadi Hunain dan kota Taif pada tahun ke-8 Hijruyah. Setelah pembebasan kota Makkah masih ada suku Arab yang merasa masih kuat untuk menghadapi kaum muslimin, yakni Hawazin dan Saqif.pertempuran antara kaum Muslimin dan sekutu Saqif dan Hawazin terhjadi di Oase Hunain yang medangnya berbukit-bukit. Kedua suku bangsa ini terkenal sebagai tentara yang tiada bandingannya, mereka di bawah pimpinan Malik ibn Auf, bertahan di atas celah-celah gunung yang akan dilalui oleh musuh. Benar, terjadi pertempuran antara dua pasukan di lembah berbukit itu, kaum Muslimin disergap di celah-celah gunung sehingga mereka lari tunggang langgang. Namun, Nabi saw. masih tetap tegar di tempatnya dan berusaha mengumpulkan sisa kekuatan pasukannya lagi yang selalu setia kepadanya. Pada babak kedua pertempuran antara kedua pasukan itulah kaum Muslimin mendapat kemenangan. Pemimpin perang mereka Maliki ibn Auf melarikan diri ke Taif, tempat tinggal suku Saqif yang kaya karena subur tanahnya, dan depertahankan dengan benteng-benteng kota yang kokoh.

Rasulullah saw. mengepung kota yang berhawa sejuk itu dan menyerangnya dengan menggunakan berbagai cara, antara lain dengan memakai al-manjaniq, alat pelempar batu untuk merotonkkan tembok, dan ad-dabbabah, ialah alat pelindung pasukan ketika mendobrak tembok sehingga panah tidak dapat menembus alat itu. Tetapi pihak Saqif rupanya lebih lihai, ad-dabbabah itu ditumbangkan dengan menyiramkan cairan besi panas terhadapnya sehingga terbakarlah alat tersebut. Kaum Muslimin juga todak kurang akal, diblokadenya kota Taif dan diancam akan dibakar kebun-kebun anggur kesayangannya. Sementara itu kepala suku Hawazin, Abdul Malik sudah pulang menyaatakan diri masuk Islam, maka akhirnya suku Saqif berdamai dengan Rasulullah saw. dan  menyatakan diri masuk Islam.

8.Perang Tabuk
Perang ini terjadi di kota Tabuk, sebelah utara Jazirah Arabia pada tahun ke-9 Hijriyah. Kemenangan Bangsa Romawi atas kaum Muslimi dalam perang Mu’tha walau tidak mutlak, menyebabkan mereka menyiapkan pasukan yang lebih besar lagi untuk mengakhiri kekuasaan kaum Muslimin. Kaisar Heraclius berpendapat bahwa bangsa Arab sudah tidak mampu lagi menghancurkan musuhnya, bahkan mereka sudah masuk Islam pula, maka siapa lagi yang akan menghancurkan kekuatan baru itu kalau tidak Bangsa Romawi Timur yang mempunyai kekuasaan yang luas. Tetapi mereka tidak tahu bahwa kekuatan Islam sudah sedemikian besar, seluruh Arab sudah menyatakan keislamannya.

Pada saat itu udara sangatlah panas musim panen telah tiba. Orang-orang Romawi yang dibantu oelh suku Lakhm dan Bani Gassang dan lain-lain yang telah siap di Syam dikejutkan dengan datangnya pasukan Islam yang berjumlah besar pula. Pihak Romawi tidak mengira bahwa dalam musim yang panas terik itu pasukan Muslimin mau berperang dan menyerbu mereka dnegan semangat tinggi yang menyala-nyala di dadanya. Oleh karena itu, pasukan Romawi mengundurkan diri, dan pasukan Islam pimpinan rasulullah saw. tidak mau mengejar musuh yang telah mundur itu dan hanya berkemah di Tabuk untuk menggetarkan musuh.  Perang dalam Islam hanya diperkenankan untuk membela diri. Dari tempat itu Rasulullah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk sekitar, yakni orang-orang Tabuk sendiri dan Aila, dan mengutus pasukan dibawah Khalid ibn al- Walid ke Daumatil Jandal untuk menaklukkan wilayah itu, yang diselesaikan dengan kemenangan dipihak Muslimin.

Perang Tabuk adalah perang terakhir yang diikuti oleh Nabi saw. Banyak harta yang dikeluarkan untuk perang ini yang didapat dari sumbangan para dermawan Muslimin, antara lain ialah Usman bin Affan yang menyumbangkan beratus-ratus unta, beberapa ekor kuda dan uang tunai sejumlah seribu dinar. Disamping itu kaum Muslimin yang tidak gentar menghadapi musuh dalam situasi yang susah, menyumbangkan jiwa dan raganya sehingga disebut jaisy al-‘Usr, pasukan disaat kesulitan, yang merupakan faktor kemenangan tersendiri.

C.Kemajuan Yang dicapai Nabi Muhammad di Madinah
Selama dua tahun perjanjian hudaibiyah berlangsung , dakwah islam sudah menjangkau seluruh jazirah Arabia dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh jazirah arab, termasuk suku-suku yang paling selatan, menggabungkan diri dalam islam. Hal ini membuat orang-orang mekah merasa terpojok. Perjanjian hudaibiyah ternyata menjadi senjata bagi umat islam untuk memperkuat dirinya. Oleh karena itu, secara sepihak orang-orang kafir quraisy membatalkan perjanjian tersebut. Melihat kenyataan ini, rasulullah segera bertolak ke mekah dengan 10.000 orang tentara untuk melawan mereka. Nabi Muhammad tidak mengalami kusukaran apa-apa dan memasuki kota mekah tanpa perlawanan. Beliau tampil sebagai pemenang. Patung-patung berhala diseluruh negeri dihancurkan. Setelah itu, Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan tuhan terhadap kafir quraisy. Sesudah khotbah disampaikan, mereka datang berbondong-bondong memeluk agama islam. Sejak itu, mekah berada di bawah kekuasaan Nabi.

Ketika berbagai peperangan dan cobaan telah dilalui oleh Nabi Muhammad beserta pengikut-pengikutnya, disaat orang-orang arab datang secara beramai-ramai menyatakan keislamannya, maka Nabi Muhammad merasa bahwa tugas yang dibawanya telah cukup memperlihatkan hasil-hasil yang nyata. Pada bulan zulhijjah 10 H, 23 Februari 632 M, Nabi Muhammad meninggalkan madinah menuju mekah beserta banyak pengikutnya untuk menunaikan ibadah haji. Inilah haji terakhir (haji wada) bagi Nabi dan pada saat itulah beliau menerima wahyu terakhir surat 5 (al-maidah : 3)  :
“Hari ini aku (Allah) telah menyempurnakan agama bagimu, dan aku telah mencukupkan nikmatku kepadamu, dan aku telah merelakan islam menjadi agamamu”
 
Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, Nabi Muhammad menyampaikan khotbahnya yang bersejarah. Isi khotbah itu antara lain: larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan batil, karena nyawa dan harta benda adalah suci; larangan riba dan larangan menganiayah ; perintah ntuk memperlakukan para istri dengan baik dan lemah lembut dan perinta menjauhi dosa; semua pertengkaran diantara mereka di zaman jahiliyah harus saling dimaafkan; balas dendam dengan tebusan darah sebagaiman berlaku dizaman jahiliyah tidak lagi dibenarkan; persaudaraan dan persamaan diantara manusi harus ditegakkan; hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai tuannya; dan yang terpenting adalah bahwa umat islam harus berpegang kepada 2 sumber yang tak pernah usang, Alqur’an dan sunah Nabi. Isi khotnah ini merupakan prinsip-prinsip mendasari gerakan Islam. Selanjutnya, prinsip – prinsip itu bila disimpulkan adalah kemanusian, persamaan keadilan sosial, keadilan ekonomi, kebajikan dan solidaritas.
 
Setelah itu, Nabi Muhammad segera kembali ke madinah. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama islam. Petugas keagamaan dan para dai dikirim keberbagai daerah dan kabilah untu mengajarkan ajaran – ajaran Islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu Nabi menderita sakit demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari senin, tanggal 12 Rabiul awal 11 H/8 juni 632 M Nabi Muhammad SAW wafat di rumah istrinya Aisyah.
Dari perjalanan Nabi ini dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW, di samping sebagai pemimpin agama, juga sebagai seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu 11 Tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan seluruh jazirah arab kedalam kekuasaannya.

Apr 14, 2015

Teori Pendidikan Islam Model Uswatun Hasanah

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
"TEORI PENDIDIKAN ISLAM MODEL USWATUN HASANAH"



DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014


1.Pengertian Uswatun Hasanah
Keteladanan berasal dari kata dasar “teladan” yang berarti sesuatu atau perbuatan yang patut ditiru atau dicontoh. Dalam bahasa Arab diistilahkan dengan “uswatun hasanah” yang berarti cara hidup yang diridlai oleh Allah SWT. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dan telah dilakukan pula oleh nabi Ibrahim dan para pengikutnya. Jadi yang dimaksud dengan keteladanan dalam pengertiannya sebagai uswatun hasanah adalah suatu cara mendidik, membimbing dengan menggunakan contoh yang baik yang diridloi Allah SWT sebagaimana yang tercermin dari prilaku Rasulullah dalam bermasyarakat dan bernegara.

6.Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. dan barangsiapa yang berpaling, Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Mumtahanah: 6)

2.Urgensi metode keteladanan (uswatun hasanah) 
Dakwah dengan uswatun hasanah adalah dakwah dengan memberikan contoh yang baik melalui perbuatan nyata yang sesuai dengan kode etik dakwah. Bahkan uswatun hasanah adalah salah satu kunci sukses dakwah Rasulullah, salah satu bukti adalah bahwa pertama kali tiba di madinah, yang dilakukan Nabi adalah membangun masjid Quba dan menyatukan kaum anshar dan muhajirin dalam ukhuwah islamiyah.

Efektifitas uswatun hasanah sebagai metode dengan maksud agar mad’u dapat meresap dengan mudah dan cepat serta merealisasikan seruan dakwah, maka seorang da’I harus memperhatikan cara-cara sebagai berikut:
a.Keteladanan (al-Uswah wa al-Qudwah), sebelum menyuruh kepada mad’u untuk melakukan suatu perbuatan, da’I harus memberi contoh bagaimana melakukannya.
b.Menyampaikan kisah-kisah bijak, kisah atau cerita yang baik umumnya cepat ditangkap oleh manusia bahkan meresap kedalam jiwa. Adanya kisah-kisah itu dimaksudkan sebagai ‘ibrah untuk menggugah orang agar mau bersyukur atas nikmat Allah, mengakui adanya Khaliq serta berbuat baik kepada sesama.
c.Melihat sifat-sifat orang terpuji, cara ini dimaksudkan agar mad’u mau mencontoh mereka, misalnya sifat-sifat orang mukmin yang dijabarkan di dalam Al-Qur’an.

3.Kelebihan dan kekurangan metode keteladanan (uswatun hasanah)
Pada hakekatnya kelebihan dan kelemahan metode keteladanan (uswah hasanah) tidak bisa dilihat secara kongkrit. Namun secara abstrak dapat diinterpretasikan sebagai berikut :

a.Kelebihan
Di antara kelebihan metode keteladanan adalah:
1)Akan memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya di sekolah.
Seorang guru tidak hanya memberikan pelajaran di kelas saja. Kadang ia harus memberikan pendidikan di luar sekolah. Bentuk pendidikan yang diajarkan dan dipraktekkan adalah pendidikan prilaku keberagamaan seperti menanamkan akidah, tata cara beribadah, budi pekerti (akhlak) ataupun pendidikan lainnya. Dengan memberi contoh keteladanan akan memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya di sekolah.

2)Akan memudahkan guru dalam mengevaluasi hasil belajar anak didik.
Evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan seorang guru kepada anak didiknya untuk mendapatkan data sejauh mana keberhasilan mereka dalam belajar. Guru akan mudah melakukan evaluasi tergadap materi pelajaran yang ia berikan kepada anak didiknya jika ia memahami dan menguasai materi yang ia berikan. Jika seorang guru tidak menguasai materi pelajaran yang ia berikan maka ia akan kesulitan dalam mengevaluasi keberhasilan terhadap materi-materi pelajaran yang ia berikan kepada anak didik.

3)Agar tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai dengan baik.
Seorang pendidik harus memberikan contoh dalam bentuk prilaku yang sesuai dengan ajaran agama sebagaimana yang ia ajarkan di kelas. Pendidikan dengan cara memberikan keteladanan kepada anak didiknya diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dalam jiwa anak sehingga akan tercipta jiwa yang bertaqwa dan berilmu pengetahuan.

4)Bila keteladanan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat baik, maka akan tercipta situasi yang baik.
Lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat merupakan sebuah elemen terpenting dalam membentuk watak dan kepribadian anak didik. Sekolah tidak akan berhasil mencetak anak yang berbudi luhur jika dalam keluarga tidak terdapat pendidikan yang baik.

5)Keteladanan seorang pendidik akan tercipta hubungan harmonis antara guru dan siswa.
Guru adalah mitra anak didik dalam proses belajar mengajar. Selain itu guru merupakan orang yang dihormati dan dianggap memiliki kelebihan dari mereka. Keteladanan akan sifat kasih sayang seorang pendidik akan menciptakan rasa empati dan tumbuh sikap menghormati sehingga timbul keharmonisan dalam berinteraksi antara murid dan guru.

6)Secara tidak langsung guru dapat menciptakan ilmu yang diajarkannya.
Keteladanan adalah sebuah metode pendidikan yang bukan sekedar konsep belaka. Namun keteladanan merupakan sebuah aplikasi dari penerapan ilmu yang diajarkan seorang guru kepada anak didiknya. Dengan memberi contoh dalam berprilaku yang baik dengan sendirinya akan mempengaruhi anak didik untuk meniru terhadap apa yang guru lakukan tanpa harus disuruh.

7)Mendorong guru untuk selalu berbuat baik karena akan dicontoh siswanya.
Guru merupakan tempat rujukan segala macam ilmu. Untuk itu guru harus memiliki kridebelitas sebagai guru.Yakni seorang guru harus memiliki sifat yang terpuji yang patut untuk ditiru dan memiliki keilmuan yang mantap. Guru dalam pandangan masyarakat merupakan bapak yang patut menjadi contoh dalam kehidupan.

b.Kelemahan
Adapun kelemahan dari metode keteladanan adalah :
1)Orang tua maupun guru merupakan orang yang diidolakan oleh seorang anak.
Untuk itu mereka harus memiliki sifat yang baik. Namun jika mereka memiliki sifat yang tercela akan membentuk karakter anak menjadi orang yang perkepribadian jelek. Anak akan mudah meniru perbuatan jelek yang dilakukan oleh gurunya dari pada meniru perbuatan yang baik, untuk itu seorang guru tidak boleh berlaku buruk atau melanggar syariat. Jika seorang guru tidak lagi mememiliki sifat yang baik maka akan menciptakan karakter anak didik menjadi anak yang jahat. Jika figur yang dicontoh tidak baik, maka mereka cenderung untuk mengikuti tidak baik.
2)Jika seorang guru hanya memberikan pelajaran di dalam kelas dan tidak mempraktekkan apa yang ia ajarkan dalam prilaku seharihariannya tentu akan mengurangi rasa empati murid padanya.
Bahkan seorang tidak lagi akan menaruh rasa hormat jika guru atau pendidik tidak lagi memlaksanakan apa yang ia katakan kepada anak didiknya. Bila hal tersebut dilakukan akan menimbulkan verbalisme yakni anak mengenal kata-kata tetapi tidak menghayati dan mengamalkan isinya.

Alhamdulillah, demikian materi mengenai Teori Pendidikan Islam Model Uswatun Hasanah.

Teori Pendidikan Islam Menurut Lukmanul Hakim

TUGAS
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
"TEORI PENDIDIKAN ISLAM MODEL LUKAMANUL HAKIM"



DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014


Dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT dan rasulullah untuk mendidik anak, maka setiap orang tua muslim membutuhkan suatu pedoman untuk mendidik putra-puri mereka agar tumbuh menjadi seorang muslim atau muslimah yang dikenal dengan istilah insane kamil. Sedangkan pedoman utama dalam pendidikan anak bagi umat islam adalah A-qur’an dan al-hadits.

1.Tujuan Pendidikan Anak Menurut Lukman Al-Hakim
Dari beberapa tinjauan munasah (keterkaintan) dalam surat luqman ayat 12-19 dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan luqman pada mulanya adalah membentuk manusia yang mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apupun juga. Ketauhidan mewajibkan adanya keimanan, maka barang siapa yang tidak mempunyai keimanan berarti ia tidak mempunyai ketauhidan. Keimana mewajibkan pelaksanaan syari’at, maka barang siapa yang tidak melaksanakan syari’at, berarti dia tidak mempunyai keimanan. Pelaksanaan syari’at mewajibkan adanya adab (akhlaq) maka barang siapa tidak mempunyai akhlaq, berarti dia tidak mempunyai syari’at, keimanan dan ketauhidan dalam dirinya .

Berdasarkan keterangan tersebut bahwa tujuan pendidikan menurut luqman adalah membentuk manusia yang beriman, islam dan berakhlaq, karena ketiga-tiganya merupakan satu-kesatuan yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan antara yang saTu dengan yang lainnya.

a.Membentuk Pribadi Yang Beriman
Tujuan untuk membentuk pribadi islam diwakili oleh Surah Lukman ayat 13 Allah SWT. Berfirman:
13.Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Aqidah adalan landasan utama untuk menopang segala motivasi hidup setiap manusia. Memberikan pendidikan akidah bagi anak bisa didahulukan dengan mengenalkan Allah swt dan menanamkan kecintaan terhadap-Nya. Orangtua dapat menjelaskan bahwa Allah swt adalah Maha Pencipta semesta alam, dunia beserta isinya,  Allah swt adalah Maha Pemberi Rezeki, Maha Baik, Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan Mendengar segalanya, dan sebagainya. Kemudian, dengan bertahap anak diajarkan untuk menjalankan semua perintah Allah swt seperti sholat, puasa, dan lain-lain, serta untuk menjauhi segala larangan Allah swt.

b.Membentuk Pribadi Yang Islam
Tujuan untuk membentuk pribadi islam diwakili oleh Surah Lukman ayat 17 Allah Swt. Berfirman:
17.Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Ayat ini adalah perintah untuk melakukan amal shalih yang dapat menetapkan ketauhidan, yakni shalat yang dilaksanakan secara ikhlas semata-mata karena Allah SWT; mendirikan shalat dengan menyempurnkan ketentuan, rukan dan syaratnya karena shalat adalah tiang agama dan bukti keimanan kepada Allah sebagai lantaran taqarrub kepada-Nya maka shalat tersebut dapat membantu untuk menjauhi keji dan mungkar serta membersikan hati .

c.Membentuk Pribadi Ihsan
Tujuan membentuk manusia yang ihsan juga terdapat pada ayat 17 Surah Lukman
17.Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Ayat ini memerintahkan untuk bersabar. Kemudian dalam pendidikan luqman ini, materi akhlaq yang dibidik adalah syukur, berbakti pada orang tua, muraqabah, sabar, tawadu’ dan bersikap sederhana. Penerapan akhlaq-akhlq terpuji ini dalam keseharian diharapakan dapat menjadikan golongan muhsinun (orang-orang baik).

d.Mendidik karakter anak melalui doktrin hubungan antar Manusia
Tujuan membentuk manusia yang ihsan juga terdapat pada ayat 18 Surah Lukman
18.Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

2.Materi Pendidikan Anak Menurut Lukman Al-Hakim
Materi pendidikan luqman al-hakim dalam surat luqman ayat 12-19 sangat perlu untuk diperhatikan. Ibnu asyur berpendapat bahwa nasihat lukman itu menyangkut masalah syaria’ yaitu : aqidah, amal, etika sosial, etika pribadi . Sedangkan wahba zuhaili berpendapat bahwa wasiat luqman kepada putranya disini memuat pokok-pokok aqidah, syariah dan akhlaq. Jadi materi utama pendidikan luqman adalah iman, islam dan ihsan.

a.Materi Keimanan
1)Mentauhidkan Allah Dan Jangan Menyekutukan-Nya
Materi ketauhidan dalam pendidikan luqman tertera dalam ayat 13, yakni larangan untuk berbuat syirik yang berimplikasi pada perintah untuk mentauhidkan Allah SWT. Materi ketauhidan merupakan pokok keimanan dalam islam, bahkan ketauhidan Allah itu diakui oleh segala golongan (firqah) di lingkuang islam .
2)Beriman Pada Hari Akhir
Materi keimanan juga terdapat dalam penghujung ayat 14-15 yang menceritakan adanya hari akhir, serta tentang adanya hari hisab. Materi keimanan tersebut secara implicit juga menyangkut hal-hal yang terjadi dalam kehidupan akhirat nanti, seperti kebangkitan dari kubur, berkumpul dipadang mahsyar, adanya mizan, shirat, surga dan neraka.
3)Pengenalan Nama-Nama Allah dan Contoh Kekuasaan-Nya
Materi keimanan dalam surat luqman ayat 12-19 juga mencakup pengenalan beberapa nam Allah SWT (ayat 16). Nama-nama Allah yang tertera dalam ayat 16,merupakan bagian dari al-asma al-husna yang berjumlah 99 yang disarikan dari Al-Qu’an, hadits shahih maupun ijma’. Materi pendidikan keimanan selanjutnya disempurnakan dengan men-datangkan contok kekuasaan Allah SWT (ayat 16) yang berkuasa untuk mendatangkan setiap amalan, sekecil apapun dan terletak di tempat tersembunyi sekalipun.

b. Materi Keislaman
1)Perintah Mendirikan Shalat
Materi pendidikan tentang keislaman atau ibadah dalam surat luqman ayat 12-19 diwakili oleh ayat 17 tentang perintah mendirikan shalat. Abu hayyan mengaitkan materi keislaman dengan materi keimanan sebelumnya sebagai berikut : setelah luqman melarang putranya untuk berbuat syirik kepada Allah SWT, lalu memberitahukan tentang sifat ‘ilmu dan qudrat-Nya, selanjutnya luqman memerintahkan putranya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah. Luqman memulai dengan ketaatan yang paling utama yaitu shalat kemudian dilanjutka dengan amar ma’ruf nahi mungkar dan perintah sabar .

2)Melakukan yang Ma’ruf dan Meninggalkan yang Mungkar
Materi pendidikan keislaman juga tercermin dalam perintah amar ma’ruf nahi mungkar. Sebagaimana keterangan sebelumnya, perintah amar ma’ruf nahi mungkar ini membawa beberapa konsekuensi, yang salah satunya adalah orang yang bersangkutan harus mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar terlebih dahulu.

c.Materi Ihsan
Materi Ihsan yang akan diajarkan adalah sebagai berikut:
1)Ihsan dan Akhlaq Pada Allah
Materi mengenai Ihsan dan Akhlak pada Allah yaitu:
a)Bersyukur Pada Allah SWT
Materi pendidikan ihsan atau akhlaq yang terdapat dalam surat luqman ayat 12-19 merupukan hal-hal yang dinilai paling penting. Dalam ayat 14 trdapat materi akhlaq kepada Allah, yaitu perintah bersyukur kepada Allah SWT. Adapu pengertian syukur itu sendiri adalah bersekutunya dua kepemilikan. Menurut pendapat yang lain, syirik adalah suatu perkara dimiliki oleh dua pihak atau lebih, baik secara fisik maupun non fisik.
b)Berbakti Kepada Orang Tua
Setelah Allah menyebutkan isi wasiat luqman kepada putranya, yaitu bersyukur dan melarang berbuat syirik, selanjutnya Allah SWT mengikutinya dengan wasiat kepada anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya, karena mereka berdua adalaha sebah adanya dia di dunia. Musthafa Al-Maraghi menafsiri ayat ini sebagai berikut: kami mengikat janji kepadanya (setiap mausia) agar dia bersyukur kepadaku atas segala ni’mat yang telah aku anugrahkan kepadamu. Serta berterima kasih kepada kedua orang tuanya karena mereka merupakan sebab keberadaanmu, yang memperbaiki pendidikanmu dan mengasuhmu dengan senantiasa menanggung beban sampai kamu dewasa .

2)Ihsan Dan Akhlaq Pada Orang Lain
a)Tawadu’
Tafsir ayat ini adalah dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari orang lain, janganlah engkau angkuh dan sombong kepada mereka sebagaiman yang dilakukan olrh oaring yang terbujuk, namun hendaklah engkau lemah lembut dan rendah hati (tawadu’)
b)Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Musthafa Al-Maraghi setelah luqman memrintahkan putranya menyempurnakan dirinya sendiri dengan memenuhi hak-hak Allah SWT, selanjutnya diikuti dengan penyempurnaan untuk orang lain, melalui amar ma’ruf nahi mungkar . Ma’ruf dan mungkar sudah menjadi kesepakatan umum untuk masyarakat, maka sudah sewajarnya jika ma’ruf itu diperintah dan mungkar itu dicegah, demi menjaga keutuhan masyarakat dan keharmonisanya.

3)Ihsan Dan Ahklaq Pada Diri Sendiri
a)Bersabar
Menurut Sayyid Tanthawai, tafsir ayat tersebut adalah bersabarlah atas kesulitan yang menimpamu. Kerena sesungguhnya kehidupan ini dipenuhi dengan kesulitan-kesulitan dan fitnah, karena kehidupan yang sejahtera hanya ada di surga semata .
Wahbah zuhaili berkata: ayat diatas adalah perintah agar bersabar dalam menghadapi musibah, kesulitan dan kesakitan yang dialami. Salah satunya adalah bersabar ketika melakukan nahi mungkar, karena merubah kemungkaran terkadang mendatangkan kesakitan bagi orang yang melakukannya .
b)Sederhana
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. 31: 19). Di bagian akhir nasehat Luqman kepada anaknya adalah hasungan untuk bertindak-tanduk dan bertutur kata yang sopan dan sederhana. Mengapa sikap tersebut demikian penting? Tidak lain karena sikap sederhana menghindarkan manusia dari iri dengki yang membawa permusuhan. Bukankah banyak permasalahan hidup yang timbul gara-gara dipicu sikap atau tutur-kata yang berlebih-lebihan dan menyakitkan.
3. Metode Pendidikan Anak Menurut Lukman Al-Hakim
a. Metode Keteladanan
Metode keteladanan yang diterapkan oleh luqman ini berdasarkan pemahan terhadap penafsiran al-biqa’I yang menyatakan bahwa pengertian hikmah adalah ilmu yang diperkuan oleh amal dan amal yang didukung dengan ilmu . Dengan demikin, materi pendidikan yang diberikan oleh luqman kepada putranya, sudah tentu dilandasi dengan ilmu dan sudah diamalkan. Penggunaan metode keteladanan disebabkan oleh faktor psikologis bahwa murid-murid itu cendrung meneladani atau mencontoh pendidiknya. Dan hal ini sudah diakui oleh semua ahli pendidikan, baik dari barat maupun dari timur.

b.Metode Mau’idzah
Metode nasihat yang dipakai oleh luqman berdasarkan pemahan terhadap ayat 13. Metode mau’idzah dalam pendidikan luqman ini diterapkan dengan penuh kasih sayang sebagaimana pemahaman terhadap panggilan mesra luqman pada anaknya. Penggunaan fiil mudhari’ mengisyaratkan bahwa mau’idzah itu seharusnya dilakukan terus-menerus, dari waktu ke waktu .

c.Metode Diskusi (Hiwar)
Menurut Ibnu Sina, metode diskusi dapat dilakukan dengan cara penyajian pelajaran kepada siswa yang dihadapakan pada suatu masalah yang dapat berupa pertanyaan yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Ibnu sina menggunakan metode ini untuk pengajaran penetahuan yang bersifat rasional dan teoritis .

d.Metode Perumpamaan

Penggunaan metode amtsal ini mempunyai beberapa kelebihan sebagaiman paparan al-nahlawi berikut ini: pertama, mempermudah memahami konsep yang abstrak. Kedua, perumpamaan dapat merangsang kesan terhadap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut. Ketiga, perumpamaan sebagai metode pendidikan harus logis, dapat dipahami dan memperjelas konsep. Keempat, amtsal Al-Qu’an dan nabawi memberi motivasi kepada pendengar untuk berbuat baik dan menjauhi kejahatan. Jelas hal ini amat penting dalam pendidikan islam.

Sekian dari Penulis Assalamu Alaikum Wr. Wb.