My Menus

Showing posts with label Sejarah Peradaban Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Peradaban Islam. Show all posts

May 16, 2015

Makalah Sejarah Peradaban Islam di Spanyol






DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab al-Hadharah  al-Islamiyyah. Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. “Kebudayaan” dalam bahasa Arab adalah al-Tsaqafah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata “kebudayaan” (Arab, al-tsaqafah; Inggris, culture) dan “peradaban” (Arab, al-Hadharah; Inggris, civilization). Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah ini dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan  manifestasi-manifestasi-manifestasi kemajuan mekanisme dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi (agama), dan moral, maka peradaban terefleksi dalam politik , ekonomi, dan teknologi. Islam yang diwahyukan oleh Nabi Muhammad SAW telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain menjadi bangsa yang maju. Bahkan, kemajuan Barat pada umumnya bersumber dari peradaban islam yang masuk ke Eropa melalui Spanyol.

Islam memang berbeda dengan agama-agama lain. H. A. R. Gibb di dalam bukunya Whither Islam menyatakan, “Islam is indeed much more than a system of theology, it is a complete civilizatio” (Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, ia adalah suatu peradaban yang senpurna). Karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama islam, kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan atau peradaban islam.

Setelah berakhirnya priode klasik islam, ketika islam mulai memasuki masa kemunduran, Eropa bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik tetapi terutama dalam bidang ilmu oengetahuan dan teknologi. Bahkan kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi itulah yang mendukung keberhasilan politiknya. Pada priode klasik, ketika islam mencapai masa ke-emasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban islam yang sangat penting, menyaingi Baghdad di Timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar perguruan-perguruan tinggi Islam di sana. Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa. Karena itu, kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarahwan.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana proses masuknya Islam ke Spanyol
2.Bagaimana kemajuan peradaban Islam di Spanyol
3.Apa penyebab kemunduran  dan kehancuran Islam di Spanyol
4.Bagaimana Pengaruh peradaban Islam Spanyol di Eropa

BAB II
PEMBAHASAN
A.Masuknya Islam ke Spanyol
Spanyol diduduki umat Isalm pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus.
Sebelum penaklukan Spanyol, Umat Islam telah menguasai AfrikaUtara untuk menjadikannya sebagai salah satu  propinsi dari dinasti bani Umayah. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari khalifah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa Al-Walid).Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan Kerajaan Romawi, yaitu Kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan  islam. Setelah kawasan ini benar-benar dikuasain, umat islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukan Spanyol. Dengan demikina Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol.

Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan kesana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad dan Musa ibn Nushair. Tharif ibn Malik dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyebrangi selat yang berada di maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal, yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu  Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke Spanyol sebanyak 7000 orang dibawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.

Thariq ibn ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol, karena pasukannya lebih bessar dan hasilnya lebih nyata. Pasukan itu kemudian menyebrangi Selat dibawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.  Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran disuatu tempat yang bernama Bakkah , Raja Redorick dapat dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu).

Kemenangan pertama yang diacapi oleh Thariq ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang  lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyebrangi selat itu dan satu per satu kota yang dilewatinya dapat ditaklukannya. Setelah Musa berhasil menaklukan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasaan kerajaan Gothik, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.

Sesudah itu, masih terdapat juga penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun 734 M, ke Lyon tahun 743 Mdan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah. Majorca, Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus, dan sebagaian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah.
Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat islam nampak begitu mudah. Hali itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan faktor internal yang menguntungkan.

Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam  negeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu, penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa dan dibunuh secara brutal. 

Rakyat dibagi-bagai ke dalam sistem kelas, sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Di dalam situasi seperti itu, kaum tertindas menanti  kedatngan juru pembebas dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu, Ameer Ali, seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakan. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711M. Perpecahan itu amat banyak coraknya dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.

 Perepecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika islam masuk ke Spanyol , ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol berada di bawah pemerintahan Romawi, berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat. Demikian juga pertambangan, industri, dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Gothik, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan menurun. Hektaran tanha dibiarkan terlantar tanpa digara, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dengan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.

Buruknya kondisi sosial, ekonomi dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam.

Awal kehancuran kerajaan Goth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara untuki bergabung dengan kaum muslimin. Sementara itu, terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol. Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq, dan Musa.

Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang. Selain itu, orang Yahudi yang selam ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.

Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh perjuangan, dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan  wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, berssatu, dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani, dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukan para tentara Islam, yaitu tolernsi, persaudaraan, dan tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum Muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.

B.Perkembangan Islam di Spanyol
1.Periode Pertama (711-755 M)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yan berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elit penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Di samping itu, terdapat perbedaan pandangan antar khalifah di Damaskus dan Gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Masing-masing mengaku bahwa, merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangak waktu yang amat singkat. Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama, anatar Barbar asal Afrika Utara dan Arab.perbedaan etnis ini sering menimbulkan konflik politik terutama ketika tidak ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang ,mampumempertahankan kekuasaanya untuk jangka waktu yang agak lama.

Gangguan dari luar datang dari sisa-sisamusuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Islam. Karena seringnya terjadi konflik internal dab berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam priode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan dibidang peradaban dan kebudayaan. Priode ini berakhir dengan datangnya abd Al-rahman Al-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/755M).

2.Priode Kedua (755-912M)
Pada periode ini, Spanyol berda dibawah  pemerintahan seornag yang bergelar amir(anir atau panglima) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan islam yang ketika itu dipegang oleh kholifah abbasiyah dibaghdat. Amir pertama adalah Abdurrahman I, yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar al-dakhil(yang masuk keSpanyol). Dia  adalah keturuna bani umayah yang berasal lolos dari kejaran bani abbas ketika yang terskhir ini berhasil menaklukan bani umayyah di damaskus. Selanjurny, ia berhasil menduirikan dinastis bani umayyah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol di periode ini adalah abd al-rahman Al-dakhil , hisyam I, hakam I, abd al-rohman al-ausath, muahammad ibn abd al rohman,munzir ibn Muhammad, da Abdullah ibn muahmmad.

Pada periode ini,umat Islam spanyol mulai memperoleh kemajuan- kemajuan,baik dalam politik maupun dalam bidang peradaban.Abd Al-Rahman Al-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota Spanyol.Hisyam di kenal berjasa dalam menegakkan hukum Islam dan Hakam di kenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Dialah yang memprakasai tentara bayaran di Spanyol. Sedangkan Abd Al-Rahman Al-Ausath dikenal sebagai penguasa yang cinta ilmu Pemikiran filsafat jjuga mulai masuk pada priode ini,terutama di zaman Abdurrahman Al-Ausath. IA mengundang para ahli dari dunia Islam lainnya untuk dating ke spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak.

Sekalipun demikian, berbagai ancaman dan kerusuhan terjadi. Pada pertenhan abad ke-9 stabilitas nega terganggu  dengan munculny gerakan keristen panatik yang mencari kesyahidan (Martyrdom). Namunngereza keristen lainny di seluruh Spanyol tidak menaruh simpati pada gerakan itu, keran pemerintahan islam mengembangkan kebebasan beragama.panduduk Keristen dipebolehkan memiliki peradialn sendiri berdaserkan hokum Keristen. Perbedaan tidak dihalangi. Lebih dari itu,merka diizinkan mendirikan gereja baru, biara-biara di samping rahib atau lainny. Meraka juga tidak dihalangi bekerja  sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyaean pada instansi militer.

Gangguan politik yang paling serius pada periode ini dating dari umat islam sendiri. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 825 M membentuk Negara kota yang berlangsung selam 80 tahun. Di samping itu,sejumlah orang tidak puas membangkitkan revolusi. Yang terpenting di antaranya adalah. Pemberontakan yang  di pimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunung dekat Malaga. Sementara itu  perselisihan antara orang bar-bar dan orang-orang Arab masih sering terjadi.

3.Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode iniberlangsung mulai dari pemerinta “raja-raja kelompok” yang dikenal denagn sebutan Mulik Al-thawaif pada periode ini,Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah, penggunaan gelar kholifah tersebut bermula dari berita yang sampai kepda Abdurrahman III, bahwa Al- Muktadir, Kholifah bani Abbas di Baghdad meninggal dunia dibunuh,oleh penagwalny sendiri. Menurut penilainy,keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerinta abbasiyahsedang berada dalam kemelud. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakam saat yang paling tepat untuk memakai gelar kholifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahunlebih. Karena itulah, gelar ini dipakay tahun 929 M. kholifah-kholifah besar yang memerintah pada periode iniada tiga orang, yaitu Abd Al-Rohman Al-Nasir (912-961 M),
Hakam II (961-976 M),dan Hisyam II (976-1009 M).
Pada periode ini, umat islam sep[anyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan, menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Al-Rahman Al-Nasir mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaanny memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Pembangunan kota berlangsung cepat.

Awal dari kehamcuran khilafah Bani Ummayah di Spanyol adalah ketika Hisyam naik tahat dalam usia sebelas tahun.oleh kerena itu, kekuasaana actual berda ditanagn pejabat. Pada tahun 981 M, khalifah menunjuk Ibn Abi’Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapakaan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasan islam denagn menyingkitkan rekan-rekan dan saingan-saingany.atas keberhasilan-keberhasilanny,ia mendapat gelar Al-manshur Billah. Ia wafat pada tahun 1002 M dan digantikan oleh anakny Al-Muzaffar,yang masih dapat mempertahankan keunggulan kerajaan.akan tetapi, setalah wafat pada tahun 1008 M. ia digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas bagi jabatan itu. Dalam bebrapa tahun saja, Negara yang tadiny makmur dilanda kekacauan dan akhirny kehancuran total. Pada tahun 1009 M khalifah mengundurkan diri. Beberapa orang dicoba untuk menduduki jabatan itu tidak ada yang sanggup memperbaiki keadaan. Akhirny, padatahun 1013 M, dewan mentri yang mememrintah Cordova mengahpusakan jabatan kholifah. Ketika itu,Spanyol sudah pecah dalm banyak seakale Negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu.

4.Periode keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini, Sepanyaol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh Negara kecil dibawah pemerintahan raja-raja golonganatau Al-Mulukuth-thawaif, yang berpusat di suatu kota seperti Seville, Cordova, Toleo, dan sebagainya.yang terbesar diantaranya adalah Abbadillah di Sevill.  Pada perioda  ini umat islam Spanyol kembali memasuki masa pertikaian intern. Ironisny, kalau terajdi perang saudara, ada diantara pihak-pihak yang bertikai yang meminta bantuan kepda raja-raja keristen.melihat kelemahan dan kekacauan yang menimpa keadaan politik islam itu, untuk pertama kalinya. Orang-orang keristen pada periode ini mulai mengambil inisatif penyerangan. Meskipun, kehidupan politik tidak setabil, namun, kehidupan intelektual terus berkembang pada periode  ini. Isatana-istana mendorong para serajan dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan  dari satu istana keistana lain.

5.Periode kelima (1086-1248 M)
Pada riode ini,Spanyol islam meskinpun masih tepecah dalam berapa Negara, tetapi satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti murabithun (1086-1143 M) dan dinsti muwahhidun (1146-1235 M). dinasti murabithun pada mulany adalah sebuah gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf  ibn Tasytin di Afrika Uatara. Pada tahun 10162M ia berhasil mendirikan kerajaan yang berpusat di Marakesy. Ia masukm keSpanyol atas “undangan” penguasa-penguasa islam disana yang telah memikul beban berat perjuangan mempertahankan  negri-nergriny dari serangan-serangan orang keristen. Ia dan tentarany memasuki Spanyol pada tahun 1086 M dan berhasi mwengalahkan pasukan Castilia. Keran perpecahan raja-raja muslim,Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai sepanol dan ia berahil untuk itu.akan tetai penguasa-penguasa setelah ibn Tasyfin adalah raja-raja yang lemah. Pada tahun 1143 M,kekuasa dinasti berakhir, baik di Afrika Utara maupun diSpanyol dan digantikan oleh dinasti Muwahhidun. Pada masa dinasti murabithun, Saragossa jatuh ditangan keristen, tepatny pada tahun 1118 M. di Spanyol sendiri, sepeninggal dinasti ini, pada mulainy muncul kembali dinasti-dinsi kecil, tetapi hanya berlangsung tiga tahun. Pada tahun 1146 M penhguasa dinasi muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut daerah ini. Muwahhidun didirikan oleh Muahmmad ibn Tumart(w. 1128). Dinasti ini datang keSpanyol  dibawah pimpinan Abd Al-Mun’Im. antara tahun 1114 dan 1154 M, kota-kota muslim penting, 

Cordova,Almeria dan Geranada, jatuh ke bawah kekuasaanya. Untuk jangka beberapa dekat, dinasti in mengalami banyak kemajuaan.kekuatan-kekuatan Keristen dapat dipukul mundur.akan tetapi,tidakm lama setelah itu,muwahhaidu menagalami keambrukan. Pada ahun 1212 M, tentara Keristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahn-ekalahan yang dia alami muwahhaidun menyebabkan penguasany memilih untuk meninggalkansepanayol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235  M. keadaan Spanyol kembali runyam,berada dibawah pengasa-penguasa kecil. Dalm kondisi demikian,umat islam tidak mampu bertahan dari seranga-serangan keristen yang semakin besar.tahun 1238 M Cordova jatuh ditangan pengasa Keristen dan Saville jatuh tahun 1248 M.seluruh Spanyol kecuali Granadalepas dari kekuasaan islam.

6.Periode keenam (1248-1492 M)
Pada priode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di baawah dinasti Bani Ahmar (1232-142). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman An-Nasir.Akan tetapi ,secara politik, dinasti ini hanya berkuasa d wilayah yang kecil Kekuasan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir,karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang dengan ayahnya, karena menunjuk anaknya yang lain sebagai penggantinya menjadi raja. Dia memberontak dan berusaha merampas kekuasaan. Dalam pemberontakan itu,ayahnya terbunuh dan di gantikan oleh Muhammad ibn Sa’ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdenand dan Isabella untuk menjatuhkannya. Du pengusa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan Abu Abdullah naik tahta.

Tentu saja,Ferdenand dan Isabella yang mempersatukan dua kerjaan besar Kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas. Keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir umat Islamdi Spanyol. AbuAbdullah tidak kuasa menahan serangan-serangan orang Kristen kepada Ferdenand dan Isabella, kemudian hijrah ke Afrika Utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol tahun 1492 M. Umat Islam setelah itu di hadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau pergi dari Spanyol. Pada tahun 1609 M,boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam didaerah ini.

C.Kemajuan Peradaban Islam Di Spanyol
Dalam masa lebih dari tujuh abad, kekuasaan islam di Spanyol, umat islam telah mencapai kejayaannya disana. Banyak prestasi yang mereka peroleh,bahkan,pengaruhny membawa eropa dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks.
1.Kemajua intelektual
Sepanol adalah Negara yang subur. Kesuburan itu mendatngan penghasilan ekinomi yang tinggi dan pada gilirannya banayak menghasilakan pemikir.
Masyarakat Spanyol islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari ko,munitas-komunitas Arab(Utara dan Seletan), Al-Muwalladun(orang-orang Spanyol yang masuk islam), barbar(umat islam yang berasal dari Afrika Utara), Al-Shaqalibah(penduduk daerah antara konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan jeraman dan di jual kepada penguasa islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Keristen muzareb ynagn berbudaya arab, dan keriste yang masih menentang lkehadiran islam,suma komunitas itu,kecuali yang terakhir, member saham intelektual terhadapnya terbentuknya lingkungan andalus yang melahirkan kebangkitan ilmiah,satra,dan pembanguna fisikdi Spanyol.

a.Filsafat
Isalam di Spanyol telah mencatat lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia berperan sebagai jembatan penyaebranag yang dilalui ilmu pengetehuan Yunani Arab ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulaidikembangkan pada abadke-9 M,selam pemerintahan penguasa Bani umayyah yang ke-5, Muahmmad ibn Abd Al-Rohman (832-886 M).
Tokoh utam peratama dalam sejarah filsafat Arab Spanyol  adalah Abubakar  Muahmmad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengna ibn Bajjah. Dialahirkan di sragosa, ia pindah kesevilla dan Granada. Meninggal karena keracunan di Fez tahun 1138 M dalm usai yang masih muda. Seperti Al-Farobi dan ibn Sina di timur, Masalah yang dikemukakan bersifat etisdan eskatologis.magnu opusnya adalah tadbir Al-Mtawahhid.

Tokoh utama kedua adalah Abubakar ibn Thufail, penduduk asli Wadi asy,sebuah dusun kecil disebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. ia iabanyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat. Karaya filsafatny yang sanagt terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan.

b.Sains
Ilmu-ilmu kedokteran, Musik, Matematika, Astronomi, Kima dan lain-lain juga berkembang denagn baik. Abbas ibn FArnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrohim ibn Yahya Al-Naqqash terekenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadiny gerhana matahari dan menetukan berapa lamanya. Ia juag berahasil membuat  teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahmad ibn Abas dari Cordova adalah ahli dalm bidang obat-obatan. Umm Al-Hasan bint Abi ja’far dan saudara perempuan Al-Hafiz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.

c.Fiqih
Dalam bidang fiqih Spanyol islam dikenal sebagai penganut mazhab maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini di sana adalah Ziyad ibn Abd Al-Rohman. Pekembangan selanjutnya ditentukan oleh Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Al-Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya di antaranya adalah Abu bakar ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Sa’id Al-Baluthi, dan ibn Hazm  yang tekenal.

d.Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni suara,Spanyol islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al-Hasan ibn Nafi yang dijuluki Zaryab. Disetiap kali diselenggarakan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempetunjukan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu. Ilmu yang dimilikinya itu diturunkan pada anak-anaknya, baik peria maupun wanita, dan kepada buda-budak, sehingga kemasyhurannyatersebut luas.

e.Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalm pemerintahan islam Spanyol.hal itu dapat diterima oleh orang-orang islam dan non islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomorduakan  bahsa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalm bahasa Arab, baik keterampilan dalam bicara maupun tat bahsa. Mereka itu antara lain: Ibn Sayyidih, ibn Malik pengarang alfiyah, ibn Khuruf, Ibn Hajj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-Hasan ibn Usfur,dan Abu Hayyan Al-Gharnathi.

2.Kemegahan Pembangunan Fisik
Aspek-spek pembangunan fisik yang dapat perhatian umat islamsangat banyak. Dalam perdaganagan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Bidang pertanian demikian juga.sistem irigasi baru di perkenalkan kepda masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam, kanal-kanal, saluran sekunder, tersier, dan jebatan-jembatan air didirikan tempat-tempat yang tinggi, dengna begitu, juga mendapat jatah air.

Namun demikian, pembangunan-pembangunan fisik yang demikianyang paling menonjol adalah pembanguan gedung-gedung, seperti pembangun kota, istana , mesjid, pemukimandan taman-taman. Diantara pembanguna yang paling megah adalah mesji Cordova, kota Zahra, Ja’fariyah, di saragosa, tembok Toledo, isatan Al-Makmun, mesjid Seville, dan istan Al-Hamra di Granada.

a.Cordova
Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum islam, yang kemudian diambil alih oleh bani Umayyah. Oleh penguasa muslim, kota ini dibangun diperindah. Jembatan besar dibangun diatas sungai yang mengalir di tengah kota. Taman-taman dibangun untuk menghiasi ibu kota Spanyol. Pohon-pohon dan bunga diimpor dari timur. Diseputar ibu kota berdiri istana-istana yang megah yang semakin mempercantik pemandangan, setiap istana dan taman di beri naman tersendiri dan puncaknyaterpancang istana damsik. Di antara kebanggaaan kota Cordova  lainny adalahmesjid Cordova.

b.Granada
Granada adalah tempat pertahan terakhir umat islam di Spanyol, disan berkumpul sisa-sis kekuatan arab dan pemikir islam. Posisi Cordova diambil alih oleh Granadadi masa-masa akhir kekuasaan islam diSpanyol Arsitektur-arsitekut dibangunanny terkenal diseluruh eropa.isatana Al- HAmra yang indah dan megah adalah pusat dan ketinggian arsitektur sepanol islam. Istanan itu dikelilingi tsman- taman yang tidak kalah indahnya.


3.Fakto-faktor Pendukung Kemajuan
Spanyol isalm, kemajuan sangat ditentukan oleh adanay penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan- kekuatan umat islam, seperti Abd Al-Rahman Al-Dakhili, Abd Al-Rahman Al- Wasithdan Abd Al-Rahman Al-Nashir.
Toleransi bragama  ditegakan oleh penguas para penguasa terhdap penganut agama keristen dan yahudi,sehingga, mereka ikut berpartisipasi mewujudkan beradaban arab isalam di Spanyol. Untuk orang keristen, sebagaman juga orang-orang Yahudi, disediakan hakim khususyang menagani masalah sesuaidenagn ajaran agamamerak masing-masing.

Masayarak Spanyol islam merupakan masyarakat majemuk terdiri berbagi komunitas, baik agam maupun bangsa. Dengan ditegagakany toleransi Bergama, komunitas-komunitas itu dapat bekerja samadan menyumbangkan kelebihannymasing-masing.
Peperpecah politik pada masa Muluk Al-Thawa’if dan sesudahny tidak menyebabkan mundurnya perdaban. Masa itu, bahakan, merupakan puncak kemajuan ilmu pengetahuan, kesenian, dan kebudayaan Spanyol islam. Setiap dinasti(raja) di Malaga, Toledo,Sevilla, Granada, dan lain-lain berusaha menayaingi Cordova. Kalau sebelumnya Cordova merupakan satu-satuny pusat ilmu dan perdaban islam di Spanyol, Muluk Al-Thawa’if berahasil mendirirkan pusat-pusat peradaban baru yang di antarany justru lebih maju.

D.Penyebab Kemunduran  Dan Kehancuran Islam Di Spanyol
1.Konflik Islam dengan Keristen
Para penguasa Muslim tidak melakukan islamisasi secara sempurna. Merak sudah merasa puas denagn hanya menagih upeti dari kerajaan-kerajaan Keristen taklukanny dan membiarkan mereka mempertahankan hokum dan adat mereka, termasuk posisi hirarki tradisional, asal tidak ad perlawanan besenjata. Namun demikian, kehadiran arab islamtelah memperkuat rasakebangsaan orang-orang Spanyol Keristen. Hal iu meneybabkan kehiduapn agama islamdi Spanyol tidak pernah berhenti dari pertentangan anatara Isalm dan Keristen. Pada abad ke-11 M umat keristen memperoleh kemajuan pesat, seamentara umat islam sedang mengalami kemunduran.

2.Tidak Adanya Ideologi Pemersatu
Kalaudi tempat-tempat lain, para mukholaf diperalkukan sebagai orang islam yang sederajat, di Spanyol, sebagai mana politik yang dijalankan Bani Umayyah di Damaskus, oaring-rang Ara tidak pernah meneriama orang-oarang peribumi. Setidak-tidakny amapai kea bad ke-10 M mereak amsih member istilah ‘ibad dan muwalladun pada para mukholaf itu, suatu ungkapan yang di nilai merendahkan. Akibatny, kelompok-kelompok etnis non-Arab yang ada sering  menggrgoti dan merusak perdamaian. Hal itu mendatangkan damapak besar terhadap sosio-ekonomi negri tersebut. Hal ini menunjukantiadak adanya ideologo yang dapat member makana persatuan  disamping kurangnya figur yang dapat personofikasi ideologi itu.

3.Kesulitan Ekonomi
Di paruh kedua masa islam di Spanyol, para penguasa membangun kota dan mengemabangkan ilmu pengetahuan dangan sangat “serius” sehingga lalai membina perekonomian. Akibatany timbul kesulitan  ekonomi yang sangat memberatkan dan mempengaruhi kondisi politik dan militer.

4.Tidak JelasnyA sistem Peralihan dan Kekuasaan
Hal ini menyebabkan perebutan kekuasaan di antara ahli warist.bahkan, karena inilah kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk Al-Tawa’if muncul. Granada yang merupakan pesat kekuasaan islam terakhir di Spanyol jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella, di antaranya juga disebabkan permsalahan ini.

5.Keterpencilan
Spanyol islam merupakan terpencil dari dunia islam yang lain. Ia selalu berjuang  sendirian, tanpa mendapat bantuan kecualidari Afrika Utara. Dengan demikian tidak ada kekuatan 
alternative yang mampu membendung kebangkitan Keristen di sana.

E.Pengaruh Peradaban Spanyol Islam Di Eropa
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak yang berhutang budi kepada khazanah ilmu pengeathuan islam yang berkembang di periode kelasik. Memang banyak Saluranbagaiman perdaban islam mempenagruhi Eropa, seperti sicilia dan perang salib, tetapi saluran yang terpenting  adalah Spanyol Islam.

Spanyol merupakan temapat yang paling utamabagi Eropa menyerap peradaban islam, baik dalam bentuk hibungan politik, social, maupun perekonomian, dan peradaban anatar Negara. Orang-orang Eropa menayaksikan kenaytaany bahwa Spanyol berda dibawah kekuasan islam jauh meninggalakan Negara-negara tetanggany Eropa,terutama dalam bidang pemikiran dan sains di bangunan fisik. Yang terpenting diantanya adalah pemikiran ibn Rosyd (1120-1198 M). ia melepaska belenggu taklid dan menagnjurka kebebasan berpikir. Ia mengulas pemikiran Aristoteles dengan cara mengikat minat semua orang berpikiran bebas. Ia menegedepankan sunnatullah menurut pengertian islam terhadap panatheisme dan anthropomorphisme Keristen. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme (Ibn Rusdy-isme) yang menuntut kebebsan berpikir. Piahak gereja menolak pemikiran rasional yang dabawa gerakan Averroeisme ini.
Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di eropa kemudian lahir raformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abd ke-17 M. buku-buku Ibn Rusdy dicetak di Vinesia tahun 1481, 1482, 1483, dan 1500 M. bahkan, edisi lenkap pada tahun 1553 dan 1557 M. karya-karyanya huga diterbitkan pada abd ke-16 M di Napoli, Bologna, Lyonms,dan Strasbourg, and di awal abad ke-17 M di Jenewa.

Pengaruh peradaban islam, termasuk di dalamnyapemikiran ibn Rosyd, ke Eropa yang bealajar di Universitas-Universitas islam di Spanyol, seperti Universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Selama bealajar di Spanyol, merka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuan-ilmuan muslim. Pusat penrjemahan itu adalah di Toledo. Setelah pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan Universitas yang sama. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M, tiaga puluh  tahun setalah wafatny ibn Rusyd. Di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 buah Universitas. Di dalam Universitas-Universitas itu, ilmu yang merak peroleh dari Universitas-Universitas isalm diajarkan, seperti ilmu kedikteran, ilmu pasti, dan filsafat.pemikiran filsafat yang paling banyak dipelajari adalah pemikiran Al-Farobi, ibn sina dan ibn Rusyd.

Penagruh ilmu pengetahuan islam atas Eropa sudah berlangdung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusak Yunani di Eropa pada abad ke-145 M. barkambangny pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melaluai terjemahan-terjemahan Arab yang di pelajari dan kemudian di terjemahkan kembali ke dalam bahasa latin.
Walaupun islam akhirnya terusir dari Negara Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tapi ia telah membidani gerakan-gerakn di Eropa. Gerakan- gerakan itu adalah kebangkitan kembali kebudayaan Yuanani klsik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di italia, gerakan reforamsi pada abad ke-17 M. dan pencerahaan (Aufklarung) abad ke-18 M.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.Ada tiga pahlawan yang paling berjasa di dalam proses penaklukan islam di spanyol yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad dan Musa ibn Nushair
2.Dalam perkembangan islam di spanyol itu terbagi menjadi enam periode.
- periode pertama (711-755 M)
- periode kedua (755-912)
- periode ketiga (912-1013)
- periode keempat (1013-1086)
- periode kelima (1086-1248)
- periode keenam (1248–1492)

3.kemajuan yang dapat dilihat pada masa kejayaan islam di Spanyol adalah
a.kemajuan di bidang intelektual, kemajuan ini dapat dibuktikan dengan berkembangnya berbagai ilmu seperti filsafat, sains, fiqih, seni dan music, bahasa serta sastra.
b.kemajuan di bidang bangunan hal ini terbukti dengan ditemukannya masjid-masjid besar yang ada di kota-kota di Spanyol.
c.Penyebab kemunduran dan kehancuran islam di spanyol yaitu karna adanya konflik islam dengan Kristen,tidak adanya ideology pemersatu,kesulitan ekonomi,tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaaan serta keterpencilan.

DAFTAR PUSTAKA
Effat Al-Sharqawi, Filsafat kebudayaan Islam, (Bandung: Pustaka, 1986), hlm. 5.
Badri Yatim, Sejarah Peradaban islam, (jakarta:PT. Raja Grafindo Persada), hlm. 87.
A. Syalabi, Sejarah dan Kebudayan islam, jilid 2, (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983, cetakan pertama),

May 4, 2015

Makalah Peradaban Islam Pada Masa Khalifah Usman Bin `Affan

MAKALAH PERADABAN ISLAM
"MASA KHALIFAH USMAN BIN `AFFAN"


DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Islam merupakan agama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw, sehingga membawa bangsa Arab dari masa keterbelakangan, bodoh dan lainnya menjadi bangsa yang maju dan terkenal sampai sekarang ini. Pada masa perkembangannya, Islam mengalami beberapa kali pergantian khalifah untuk meneruskan perjuangan menegakkan agama Allah, meskipun ada beberapa tahapan-tahapan pemerintahan yang ada, Islam mengalami kemajuan dan juga mengalami kemunduran. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan Islam berkembang dan dianut oleh banyak manusia di muka bumi ini. Setelah Nabi wafat maka dakwah Islamiyah diteruskan oleh Khulafaurrasyidin , yaitu sahabat-sahabat Nabi yang di pandang bijaksana, dapat mempimpin jalannya pemerintahan dan mampu memberikan pengarahan terhadap dakwah Islam. Yang pada kenyataannya inilah nanti, akan meneruskan dakwah Rasulullah untuk menyebarkan agama fitrah ini dan selanjutnya yang memegang amanah dakwah Islamiyah. [1]

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimanakah biografi khalifah Usman bin ‘Affan?
2.Bagaimanakah proses pengangkatan khalifah Usman bin ‘Affan?
3.Bagaimanakah perkembangan islam pada masa khalifah Usman bin ‘Affan?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Biografi Khalifah Usman Bin ‘Affan
Usman ibn ‘Affan ibn Abdillah ibn Umayyah ibn ‘Abdi Syams ibn Abdi mannaf ibn Qushayi lahir pada tahun 576 M di Thaif. Ibunya adalah Urwah, putrinya Ummu hakim al-Baidha, putri Abdul muttalib, nenek nabi SAW. Ayahnya ‘Affan adalah seorang saudagar yang kaya raya dari suku Quraisy-Umayyah. Nasab Usman melalui garis ibunya bertemu dengan nasab nabi Muhammad SAW pada Abdi Manaf ibn Qushayi. Kalau Usman bersambung melalui Abdul Muthalib ibn Hasyim ibn Abdi Manaf. Baik suku Umayyah maupun suku Hasyim sejak sebelum islam sudah mengadakan persaingan dan permusuhan yang sangat keras. Setelah islam Nabi berusaha mendamaikan kedua suku maupun suku-suku lain melalui ikatan perkawinan dan juga melancarkan dakwah islam. [2]

Kehidupan khalifah Usman bin ‘Affan benar-benar kehidupan yang sangat menarik dan penuh warna. Ia dilahirkan dan tumbuh dewasa ditengah lingkungan kaum Quraisy, suku yang paling terhormat di Makkah. Setelah dewasa ia menikahi putri Rosulullah, sayyidah Ruqayyah r.a., dan ketika Ruqayyah meninggal karena sakit yang dideritanya, Rosulullah menikahkan Usman dengan Ummu kulsum r.a. usia pernikahan Usman dengan Ummu kulsum pun tidak berlangsung lama, karena pada tahun kesembilan hijriyah Allah memanggil Ummu kulsum keharibaan-Nya. Seakan-akan Usman bin ‘Affan memang disiapkan untuk terus-terusan menghadapi kesedihan. Karena beliau menikah dengan dua orang putri Rosulullah SAW, yaitu Roqayyah dan Ummu kulsum, sehingga ia mendapat julukan Dzu al-Nurain . Selama hidupnya, Usman pernah menikah dengan delapan wanita. Dari pernikahan itu ia dikaruniai sembilan putra dan enam putri. [3] 

Sejak sebelum masuk islam ia memang terkenal sebagai seorang pedagang yang sangat kaya raya. Ia bukan saja salah seorang sahabat terdekat Nabi, juga salah seorang penulis wahyu dan sekretarisnya. Ia berjuang bersama Rosulullah hijrah kemana saja nabi hijrah atau disuruh hijrah oleh nabi, dan berperang pada setiap peperangan kecuali perang Badar yang itupun atas perintah nabi untuk menunggui istrinya, Roqayyah yang sedang sakit keras. Sebagai seorang hartawan, Usman menghabiskan hartanya demi penyebaran dan kehormatan agama islam serta kaum muslim. Selain menyumbang biaya-biaya perang dengan angka yang sangat besar, juga pembangunan kembali Masjid al-Haram (Mekah) dan Masjid al-Nabawi (Madinah). Usman juga berperan aktif sebagai perantara dalam perjanjian Hudaybiyah sebagai utusan nabi. [4]

B. Proses Pengangkatan Khalifah Usman Ibn ‘Affan
Seperti janji yang dikatakan khalifah Umar dalam pidato inagurasinya sebagai khalifah, dia telah membentuk majlis khusus untuk pemilihan khalifah berikutnya. Majelis atau panitia pemilihan itu terdiri dari enam sahabat dari berbagai kelompok social yang ada. Mereka adalah Ali bin Abi thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair, Sa’ad bin Abi waqas, dan Thalhah. Namun pada saat pemilihan berlangsung, Thalhah tidak sempat hadir, sehingga lima dari enam anggota panitia yang melakukan pemilihan. [5]

Menjelang wafatnya Umar bin khattab, ia membuat tim formatur untuk memilih calon khalifah. Akhirnya Usman ibn ‘Affan terpilih menjadi khalifah III dari al-Khulafa al-Rasyidin pengganti Umar. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Abd al-Rahman ibn ‘Auf sebagai ketua tim pelaksanaan pemilihan khalifah, pasca wafatnya Umar ibn Khattab, berkata kepada Usman ibn ‘Affan disuatu tempat sebagai berikut: Jika saya tidak memba’yarmu (usman) maka siapa yang kau usulkan? Ia (usman) berkata “Ali”. Kemudian ia (Abd al- Rahman bin Auf) berkata kepada Ali, jika saya tidak memba’iatmu, maka siapa yang kau usulkan untuk dibai’at? Ali berkata, “Usman”. Kemudian Abd al- Rahman bin Auf bermusyawarah dengan tokoh-tokoh lainnya, ternyata mayoritas memilih Usman sebagai khalifah. Memperhatikan percakapan dari dua sahabat tersebut, maka tampaklah bahwa sesungguhnya Usman dan Ali tidak ambisius menjadi khalifah, justru keduanya saling mempersilahkan untuk menentukan khalifah secara musyawarah. [6]

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf berkata kepada Ali sambil memegang tangannya,”engkau punya hubungan kerabat dengan Rosulullah dan sebagaimana diketahui, engkau lebih dulu masuk islam. Demi Allah jika aku memilihmu, engkau mesti berbuat adil. Dan jika aku memilih Usman, engkau mesti patuh dan taat.” Kemudian Ibn Auf menyampaikan hal yang sama kepada lima sahabat lainnya. Setelah itu ia berkata kepada Usman, “aku membaiatmu atas nama sunnah Allah dan Rosul-Nya, juga dua khalifah sesudahnya.” Usman berkata, ”baiklah.” Abdurrahman langsung membaiatnya saat itu juga diikuti oleh para sahabat dan kaum muslim. Orang kedua yang membaiat Usman adalah Ali bin Abi Thalib. Dengan demikian kaum muslim bersepakat menerima Usman sebagai khalifah setelah Umar bin Khattab. Haris bin Mudhrab berkata,”aku berjanji pada masa Umar, kaum muslim itu tidak merasa ragu bahwa khalifah berikutnya adalah Usman.” [7]

C. Perkembangan Islam Pada Masa Khalifah Usman bin Affan
1. Pembukuan Al-qur’an Setelah kaum muslim bersepakat membaiat Usman bin Affan sebagai khalifah ketiga setelah Abu Bakar al- shiddiq r.a. dan Umar bin Khattab r.a. ketika ditinggalkan oleh Umar bin Khattab, umat islam berada dalam keadaan yang makmur dan bahagia. Kawasan dunia muslimpun telah bertambah luas. Khalifah Umar berhasil menciptakan stabilitas sosia politik didalam negeri sehingga ia dapat membagi perhatiannya untuk memperluas wilayah islam. Dan ketika Usman menjabat sebagai khalifah, ia meneruskan sebagian besar garis politik Umar. Ia melakukan berbagai Ekspedisi untuk mendapatkan wilayah- wilayah baru. Perluasan itu memunculkan situasi social yang tidak pernah terjadi sebelumnya.[8]

Banyak hal baru yang harus diantisipasi oleh penguasa muslim untuk menyatukan umat, yang terdiri atas berbagai suku dan bangsa. Salah satu hal yang muncul akibat perluasan wilayah islam adalah munculnya berbagai perbedaan qira’ah Al-qur’an. Itu karena setiap daerah memiliki dialeg bahasa tersendiri, dan setiap kelompok umat islam mengikuti qiroah para sahabat terkemuka.  Sebagaimana diketahui ada beberapa orang sahabat yang menjadi kiblat atau rujukan bagi kaum muslim mengenai bacaan Al-qur’an. Dimasa Rosulullah dan dua khalifah sebelumnya keadaan itu tidak menimbulkan permasalahan karena para sahabat bias mencari rujukan yang pasti mengenai bacaan yang benar dan diterima. Namun seiring perubahan zaman dan perbedaan latar belakang sosial budaya mayarakat islam, persoalan itu semakin meruncing dan berujung pada persoalan aqidah. Sebagian kelompok umat menyalahkan kelompok lain karena perbedaan gaya dan qiraah Al-qur’an. Bahkan mereka saling mendustkan, menyalahkan bahkan mengkafirkan. Kenyataan itu mendorong usman untuk berijtihad melakukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada akhir 24 H awal 25 H, Usman mengumpulkan para sahabat lalu empat orang diantara mereka menyusun mushaf yang akan menjadi rujukan umat islam. Keempat kodifikasi panitia itu adalah para penghafal al-Qur’an yang telah dikenal baik yaitu Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said ibn al-Ash dan Abdurrahman ibn al-Harist ibn Hisyam. Panitia kodifikasi itu bekerja sangat cermat dan hati-hati.mereka menghimpun berbagai qiraah yang ada ditengah umat kemudian memilih salah satunya yang dianggap paling dipercaya. Mereka langsung menuliskan dalam satu mushaf lafal atau bacaan yang disepakati bersama. Yang tersusun rapi dan sistematis. Panitia kodifikasi Al-qur’an bekerja dengan cermat, teliti, dan hati-hati sehingga menghasilkan sebuah mushaf. Sebetulnya karya itu bukan murni dilakukan khalifah Usman, karena gagasan itu telah dirintis sejak kepemimpinan Abu Bakar dan diteruskan khalifah Umar. Mushaf usmani itupun tuntas disusun dan mushaf-mushaf lain yang berbeda dari mushaf utama itu diperintahkan untuk dibakar. [9]

2.Masa Pemerintahan Para pencatat sejarah membagi masa pemerintahan Utsman menjadi dua periode, yaitu pada periode kemajuan dan periode kemunduran sampai ia terbunuh. PeriodeI, pemerintahan Usman membawa kemajuan luar biasa berkat jasa panglima yang ahli dan berkualitas dimana peta islam sangat luas dan bendera islam berkibar dari perbatasan Aljazair (Barqah Tripoli, Syprus di front al-maghrib bahkan ada sumber menyatakan sampai ke Tunisia). Di al-maghrib, diutara sampai ke Aleppo dan sebagian Asia kecil, di Timur laut sampai ke Ma wara al-Nahar –Transoxiana, dan di Timur seluruh Persia bahkan sampai diperbatasan Balucistan (sekarang wilayah Pakistan), serta Kabul dan Ghazni. Selain itu ia juga berhasil membetuk armada laut dengan kapalnya yang kokoh dan menghalau serangan-serangan di laut tengah yang dilancarkan oleh tentara Bizantium dengan kemenangan pertama kali dilaut dalam sejarah islam. Pada periode ke-II, kekuasaannya identik dengan kemunduran dengan kemunduran dengan huruhara dan kekacauan yang luar biasa sampai ia wafat. Sebagian ahli sejarah menilai bahwa Usman melakukan nepotisme. Ia mengangkat sanak saudaranya dalam jabatan-jabatan strategis yang paling besar dan paling banyak menyebabkan suku-suku dan kabila-kabila lainnya merasakan pahitnya tindakan Usman tersebut. Para pejabat dan para panglima era Umar hampir semuanya dipecat oleh Usman, kemudian mengangkat dari keluarga sendiri yang tidak mampu dan tidak cakap sebagai pengganti mereka. Adapun para pejabat Usman yang berasal dari famili dan keluarga dekat, diantaranya Muawiyah bin Abi sofyan, Gubernur Syam, satu suku dan keluarga dekat Usman. Oleh karena itu, Usman diklaim bahwa ia telah melakukan KKN. [10]

Namun pada kenyataannya bukan seperti apa yang telah dituduhkan kepada Usman, dengan berbagai alasan yang dapat dicatat atau digaris bawahi bahwa usman tidak melakukan nepotisme,diantaranya :
a).Para gubernur yang diangkat oleh Usman tidak semuanya family usman. Ada yang saudara atau anak asuh,ada yang saudara susuan, ada pula saudara tiri
b).Ia mengangkat familinya tentunya atas pertimbangan dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya.
c).Meskipun sebagian pejabat diangkat dari kalangan family, namun mereka semuanya punya reputasi yang tinggi dan memiliki kemampuan. Hanya saja factor ekonomi yang menyatukan untuk memprotes guna memperoleh hak mereka. Situasi ini dimanfaatkan oleh orang oportunis menyebarkan isu sebagai modal bahwa usman telah memberikan jabatan-jabatan penting dan strategis kepada famili, yang akhirnya menyebabkan khalifah usman terbunuh. Melihat fakta-fakta tersebut diatas,jelas bahwa nepotisme Usman tidak terbukti. Karena pengangkatan saudara- saudaranya itu berangkat dari profesionalisme kinerja mereka dilapangan. Akan tetapi memang pada masa akhir kepemimpinan Usman para gubernur yang diangkat tersebut bertindak sewenang- wenang terutama dalam bidang ekonomi. Mereka diluar kontrol usman yang memang sudah berusia lanjut sehingga rakyat menganggap hal tersebut sebagai kegagalan usman, sampai pada akhirnya Usman mati terbunuh.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Usman ibn ‘Affan ibn Abdillah ibn Umayyah ibn ‘Abdi Syams ibn Abdi mannaf ibn Qushayi lahir pada tahun 576 M di Thaif. Beliau menikah dengan dua orang putrid Rosulullah SAW, yaitu Roqayyah dan Ummu kulsum, sehingga ia mendapat julukan Dzu al-Nurain . Selama hidupnya, Usman pernah menikah dengan delapan wanita. Dari pernikahan itu ia dikaruniai sembilan putra dan enam putri. Pemilihan khalifah usman bin affan atas rekomendasi dari umar dengan membentuk tim formatur yang terdiri dari enam sahabat dari berbagai kelompok social yang ada. Dan pada masa pemerintahannya beliau melakukan perluasan diberbagai wilayah dan berjasa atas pembukuan al quran.

B.Penutup
Demikianlah makalah ini saya buat, apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah semata-mata karena kekurangan penulis. Saya sadar dalam penyajian makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan guna untuk kesempurnaan makalah ini agar kedepannya menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Amin.

Apr 29, 2015

Makalah Sejarah Peradaban Islam ke Khalifaan Umar Bin Khattab

MAKALAH ILMU SEJARAH PERADABAN ISLAM
KHALIFAH UMAR


DI SUSUN OLEH:
MATEMATIKA
1,2

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014


BAB II
PEMBAHASAN
A.Biografi Khalifah Umar Bin Khattab
Ia bernama Umar ibn Khattab ibn Nufail keturunan Abdul ‘Uzza al-Quraisy dari suku ‘Adi; salah satu suku yang terpandang mulia. Ia dilahirkan di Makkah 12 tahun sebelum kelahiran Nabi saw. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari marga Bani Makhzum. Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka. 

Umar adalah seorang yang berbudi luhur, fasih dan adil serta pemberani. Ia ikut memelihara ternak ayahnya, dan berdagang hinga ke Syiria. Ia juga dipercaya oleh suku bangsanya, Quraisy, untuk berunding dan mewakilinya bila ada persoalan dengan suku-suku yang lain Sifat beliau yang sangat dominan di kalangan masyarakat pada masanya, yaitu keras di dalam membela sesuatu yang yang beliau yakini benar, sehingga Umar sangat di takuti dan di segani. Selain itu beliau orang yang berwibawa. Tentang ilmu yang dimiliki oleh umar sangat luas sehingga Nabi sendiri yang menyatakannya hal itu. Ia juga amat keras dalam membela agama tradisional bangsa Arab yang menyembah berhala serta menjaga adat-istiadat mereka.

Ketika Rasulullah saw menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar bereaksi sangat antipati terhadapnya, beberapa catatan mengatakan bahwa kaum Muslim saat itu mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling mereka perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar yang memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad S.A.W.

Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran Nabi Muhammad S.A.W., Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi Muhammad S.A.W., namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi Muhammad S.A.W. bernama Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan dan ipar Umar telah memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W. yang ingin dibunuhnya saat itu. Karena berita itu, Umar terkejut dan pulang ke rumahnya dengan  maksud untuk menghukum adiknya,

Umar bergegas mendatangi rumah mereka dengan rasa kacau dan marah. Ia menghadapi saudara perempuannya dan suaminya dan berkata”Gumaman aneh apakah yang baru saja saya dengar?(sebenarnya waktu itu, ia mendengar mereka membaca Qur’an).Hanya sesuatu yang dapat dibicarakan di antara kami. “Mungkin kalian telah menjadi penghianat?” kata umar. “Wahai Umar, bagaimana bila kebenaran adalah sesuatu yang lain dari agamamu?”kata suami Fatimah. Umar menyambarnya, memukul dan menendangnya sekeras mungkin. Fatimah datang melerai kedua laki-laki tersebut dan berusaha melindungi suaminya dari pukulan Umar, namun ia sendiri mendapat pukulan keras di wajahnya dan mengeluarkan banyak darah. Ia berkata sangat marah “ya Umar, bagaimana bila kebenaran bukan agamamu? Saya telah menjadi saksi bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang Esa  dan bahwa adalah utusan-Nya.”Umar sangat bergerak dan tergoncang dengan kejadian berdarah tersebut. Luka saudara perempuannya menggerakkan hatinya berbalik menjadi kasih dan sayang.

Umar berkata “bolehkah saya lihat apa yang telah engkau baca?” Tetapi engkau adalah kotor(najis) dan Qur’an hanya boleh disentuh oleh seorang yang bersih, jadi bersihkanlah dirimu atau basuhlah anggota badanmu” kata saudara perempuannya.Setelah itu, ia memulai membaca surah Thoha ayat 1-14.Ketika ia sampai pada ayat empat belas, Umar menyatakan bahwa ia ingi pergi menemui Rasulullah. Ia ingin menyatakan diri sebagai muslim dan mengakui bahwa bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang Esa. Ketika ia mengeruk pintu rumah al Arkam, terjadi keributan di dalam, Umar musuh Tuhan yang kukuh, ada di depan pintu membawa pedangnya yang terkenal. Namun Rasulullah dengan tegas dan berwibawanya memberi perintah agar Umar di izikan masuk. Hamzah yang berdiri di sisi Rasulullah berkata dengan kerasnya. “Jika ia bermaksud baik, maka kami akan memperlakukannya dengan baik, namun bila ia bermaksud jahat, kami akan membunuhnya dengan pedangnya dan hal ini mudah bagi kami”. 

Ketika Umar melewati ambang pintu, Rasulullah yang sangat ramah maju ke depan dan memegang jubah dan tempat senjatanya bergantung. “Wahai Umar, bukankan engkau akan mengakhiri (kekafiran dan permusuhannmu pada para muslim) hingga Tuhan menurunkan penghinaan dan siksaan padamu seperti Ia lakukan terhadap Al-Walid ibn Al-Mughirah? Oh Tuhan, Inilah Umar ibn Khatab!Oh Tuhan, Kuatkanlah agama ini bersama  Umar ibn Khattab”. 

Umar menyatakan memeluk Islam, tentu saja hal ini membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seseorang yang terkenal paling keras menentang dan paling kejam dalam menyiksa para pengikut Nabi Muhammad S.A.W. kemudian memeluk ajaran yang sangat dibencinya tersebut, akibatnya Umar dikucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia menjadi kurang atau tidak dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy yang selama ini diketahui selalu membelanya.

Umar masuk islam pada tahun kelima setelah kenabian, dan menjadi salahsatu sahabat terdekat nabi saw dan agama islam dan ikut berperang dalam peperangan yang besar di masa rasul saw serta dijadikan sebagai tempat rujukan oleh nabi mengenai hal-hal yang penting. Ia dapat memecahkan masalah yang rumit tentang iapa yang berhak mengganti Rasulullah dalam memimpin ummat setelah wafatnta Rasulullah saw dengan memilih dan membaiat Abu Bakar sebagai khalifah Rasulillah sehingga ia mendapat penghormatan yang tinggi dan dimintai nasehatnya serta menjadi tangan kanan khalifah yang baru itu.

B.Pengangkatan Umar Bin Khattab menjadi Khalifah
Ketika Abu Bakar r.a menghadapi kematiannya, dia mengangkat Umar sebagai khalifah setelah bermusyawarah dengan para sahabat senior dan persetujuan mereka dalam hal itu  (Ath-Thabari, di dalam Al haritsi, 2006). Hal ini dilakukan khalifah guna menghindari pertikaian politik antar umat Islam sendiri. Beliau khawatir kalau pengangkatan itu dilakukan melalui proses pemilihan pada masanya maka situasinya akan menjadi keruh karena kemungkinan terdapat banyak  kepentingan yang ada diantara mereka yang membuat negara menjadi tidak stabil sehingga pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Islam akan terhambat. Pada saat itu pula Umar di bai’at oleh kaum muslimin, dan secara langsung beliau diterima sebagai khalifah yang resmi yang akan menuntun umat Islam pada masa yang penuh dengan kemajuan dan akan siap membuka cakrawala di dunia muslim. Beliau diangkat sebagai khlifah pada tahun 13H/634M.

Meskipun peristiwa diangkatya Umar sebagai Khalifah itu merupakan fenomena yang baru, tetapi haruslah dicatat bahwa proses peralihan kepemimpinan tetap dalam bentuk musyawarah, yaitu berupa usulan atau rekomendasi dari Abu Bakar yang  diserahakan kepada umat Islam. Untuk menjajahi pendapat umum,  Khalifah Abu Bakar melakukan serangkaian konsultasi terlebih dahulu dengan beberapa orang sahabat antara lain ialah Abdurrahman Ibn Auf dan Usman Ibn Affan.

Pada awalnya teradapat berbagai keberatan  mengenai rencana pengangkatan Umar ini, sahabat Thalhah misalnya segera menemui Abu Bakar  untuk menyampaikan rasa kecewanya. Namun karena Umar adalah orang yang paling tepat  untuk menduduki kursi kekhalifaan , maka pengangkatan Umar mendapat persetujuan dan mendapat baiat dari semua anggota masyarakat Islam.

Umar Ibn Khattab menyebut dirinya “Khalifah Khalifati Rasulillah”(pengganti dari pengganti Rasul). Ia juga mendapat gelar “Amirul Al-Mukminin”(komandan orang-orang  beriman) sehubungan dengan penaklukan-penaklukan yang berlangsung pada masa pemerintahannya.

C.Perjuangan Khalifah Umar Bin Khattab
1.Bidang Militer
a).Perluasan Islam di Suriah dan Palestina
Ketika para pembangkang di dalam negeri telah dikikis habis  oleh Khalifah Abu Bakar dan era penaklukan militer telah dimulai, masa Khalifah  Umar  menganggap bahwa tugasnya yang pertama ialah mensukseskan ekspedisi yang dirintis oleh pendahulunya. Belum lagi genap satu tahun memerintah, Umar telah menorehkan tinta emas  dalam sejarah perluasan wilayah kekuasaan ini. Pada tahun  635 M, Damaskus, Ibu kota Suriah ditundukkan, setahun kemudian  seluruh wilayah Suriah jatuh ke tangan kaum Muslimin, setelah pertempuran hebat di lembah Yarmuk di sebelah timur anak sungai Yordania, pasukan Romawi yang terkenal kuat itu runtuh bagai rumah kartu.

Keberhasilan pasukan Islam dalam penaklukan atas Suriah di  masa Khalifah Umar itu tidak lepas dari rentetan pada masa sebelumnya. Khalifah Abu Bakar telah mengirim pasukan besar di bawah Abu Ubaidah ibn Al Jarrah ke front Suriah. Ketika Pasukan itu terdesak, Abu Bakar memerintahkan Khalid ibn Walid yang sedang dikirim untuk memimpin pasukan ke front Irak untuk membantu pasukan di suriah. Dengan gerakan secepat kilat, Khalid menyeberangi gurun pasir ke luas arah Suriah. Ia bersama Abu Ubaidah ibn al jarrah mendesak pasukan Romawi. Dalam keadaan genting itu, wafatlah Khalifah Abu Bakar, kemudian diganti oleh Khalifah Umar ibn Al Khattab.

Khalifah yang baru itu, mempunyai kebijaksanaan lain.Khalid yang dipercaya untuk memimpin pasukan  di masa Abu Bakar  di berhentikan oleh Umar dan diganti oleh Abu Ubaidah ibn Al Jarrah. Hal itu tidak diberitahukan kepada pasukan hingga selesai perang, dengan maksud supaya tidak merusak konsentrasi dalam menghadapi musuh

Damaskus jatuh ke tangan kaum muslimin setelah dikepung selama tujuh hari. Pasukan muslim yang dipimpin oleh Abu Ubaidah itu melanjutkan penaklukan ke Hamah, Qinnisrin, Lasiqiyah dan Aleppo. Surahbin dan Amr’ bersama pasukannya meneruskan penaklukan atas Baysan dan Jerussalem di Palestina. Kota suci ketiga dan kiblat pertama bagi umat Islam itu dikepung oleh pasukan muslim selama 4 bulan. Akhirnya kota itu ditaklukkan dengan syarat harus khalifah Umar sendiri yang menerima “kunci” kota itu, karena kekhawatiran mereka terhadap pasukan muslim yang akan menghancurkan gereja-gereja.

b).Perluasan Islam di Mesir
Dari Suriah, laskar kaum muslimin melanjutkan langkah ke bumi Mesir dan membuat kemenangan-kemenangan di wilayah-wilayah afrika bagian utara. Bangsa Romawi telah menguasai Mesir sejak tahun 30 SM, dan menjadikan wilayah subur itu sebagai sumber pemasok gandum terpanjang bagi Romawi. Berbagai macam pajak naik sehinga menimbulkan kekacauan dinegeri yang pernah diperintah oleh Raja Fir’aun itu.’Amr ibn Ash meminta izin Khalifah Umar untuk menyerang wilayah itu, tetapi khalifah masih ragu-ragu karena pasukan Islam masih terpencar di bebeapa front pertempuran. Akhirnya itu dikabulkan oleh Khalifah Umar dengan mengirim 4000 tentara ke Mesir untuk membantu ekspedisi tersebut. 

Tahun 18 H, pasukan muslimin mencapai kota Aris dan mendudukinya tanpa perlawanan. Kemudian menundukkan Pelesium(al-farama), pelabuhan di pantai laut tengah yang merupakan pintu gerbang ke Mesir. Satu bulan, kota itu dikepung oleh pasukan muslimin dan dapat ditaklukkan pada 19 H. Satu demi satu kota-kota di Mesir ditaklukkan oleh pasukan musilmin. Kota Babylon juga ditaklukkan pada tahun 20 H, setelah 7 bulan terkepung. Cyrus, menandatangani perjanjian damai dengan kaum muslimin yang berisi:
1.Setiap warga Negara diminta untuk membayar pajak perorangan sebanyak 2 dinar tiap tahun.
2.Gencatan senjata akan berlangsung selama 7 bulam.
3.Bangsa Arab akan tinggal di markasnya selama gencatan senjata dan pasukan Yunani tidak akan menyerang Iskandariah dan harus menjauhkan diri dari permusuhan.
4.Umat Islam tidak akan menghancurkan gereja-gereja dan tidak boleh mencampuri umat Kristen.
5.Pasukan tetap Yunani harus meninggalkan Iskandariah dengan membawa harta benda dan uang, mereka akan membayar pajak perseorangan selama satu bulan.
6.Umat Yahudi harus tetap tinggal di Iskandariah.
7.Umat Islam harus menjaga 150 tentara Yunani dan 50 oramng sipil sebagai sandera sampai batas waktu ari perjanjian ini dilaksanakan.

Dengan jatuhnya Iskandariah, maka sempurnalah penaklukkan terhadap Mesir. Ibu kota negeri itu, dipindahkan ke kota baru yang bernama Fustat yang di bangun oleh Amr’ ibn Ash pada tahun 20 H. Masjid Amr masih berdiri tegak di pinggiran Kairo hingga kini sebagai saksi sejarah yang tidak dapat dihilangkan.

c).Perluasan Islam di Persia
Dengan Suriah sebagai basis, gerak maju pasukan Armenia, Mesopotamia utara, Georgia dan Azerbaijan menjadi terbuka. Demikian juga serangan-serangan kilat terhadap Asia kecil dilakukan selama bertahun-tahun setelah itu. Seperti halnya Yarmuk yang menentukan nasib Suriah, perang Qadisiah pada tahun 637 M menentukan masa depan Persia. Khalifah Umar mengirim pasukan di bawah Sa’ad ibn Abi Waqqas untuk menundukkan kota itu. Kemenangan yang diraih di daerah itu membuka jalan lempang bagi gerak maju tentara muslim ke dataran Eufrat dan Tigris. Ibu kota Persia, Ctesipon (Madain) yang letaknya di tepi sungai Tigris pada tahun itu juga direbut. Setelah dikepung  2 bulan, Yazdagrid III, Raja Persia itu melarikan diri. Pasukan Islam kemudian mengepung Nahawan dan menundukkan Ahwas tahun 22 H. Tahun 641 M/22 H seluruh wilayah Persia sempurna bertekuk lutut di bawah kaki Islam, sesudah pertempuran sengit di Nahawan. Isphahahan juga ditaklukkan, demikian pula Jurgan/Georgia dan Tarbitsan. Azerbaijan tidak luput dari pasukan muslim. Orang-orang Persia yang jumlahnya jauh lebih besar dari para tentara Islam yaitu 6 dibanding 1dikalahkan dengan menderita kerugian besar. Kaum muslimin menyebut sukses dengan “kemenangan dari segala kemenangan”(Fathul-futuh).

2.Bidang Politik
Dalam masa pemerintahannya, Umar telah membentuk lembaga-lembaga yang disebut juga dengan ahlul hall wal aqdi (wakil-wakil rakyat yang duduk sebagai anggota majelis syura, yang terdiri dari alim ulama dan kaum cerdik pandai (cendekiawan) yang menjadi pemimpin-pemimpin rakyat dan dipilih atas mereka), di antaranya adalah:
a.Majelis Syura (Dewan Penasihat), ada tiga bentuk :
1).Dewan Penasihat Tinggi, yang terdiri dari para pemuka sahabat yang terkenal, antara lain Ali, Utsman, Abdurrahman bin Auf, Muadz bin Jabbal, Ubay bin Kaab, Zaid bin Tsabit, Tolhah dan Zubair.
2).Dewan Penasihat Umum, terdiri dari banyak sahabat (Anshar dan Muhajirin) dan pemuka berbagai suku, bertugas membahas masalah-masalah yang menyangkut kepentingan umum.
3).Dewan antara Penasihat Tinggi dan Umum. Beranggotakan para sahabat (Anshar dan Muhajirin) yang dipilih, hanya membahas masalah-masalah khusus.
b.Al-Katib (Sekretaris Negara), di antaranya adalah Abdullah bin Arqam.
c.Nidzamul Maly (Departemen Keuangan) mengatur masalah keuangan dengan pemasukan dari pajak bumi, ghanimah, jizyah, fai’ dan lain-lain.
d.Nidzamul Idary (Departemen Administrasi), bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya adalah diwanul jund yang bertugas menggaji pasukan     perang    dan pegawai pemerintahan.
e.Departemen Kepolisian dan Penjaga yang bertugas memelihara keamanan dalam negara.
f.Departemen Pendidikan dan lain-lain .

3.Bidang Ekonomi
a).Al kharaj
Kaum muslimin diberi hak menguasai tanah dan segala sesuatu yang didapat dengan berperang. Umar mengubah peraturan ini, tanah-tanah itu harus tetap dalam  tangan pemiliknya semula, tetapi bertalian dengan ini diadakan pajak tanah (Al kharaj).

b).Ghanimah
Semua harta rampasan perang (Ghanimah), dimasukkan kedalam Baitul Maal Sebagai salah satu pemasukan negara untuk membantu rakyat. Ketika itu, peran diwanul jund, sangat berarti dalam mengelola harta tersebut.

c).Pemerataan zakat
Khalifah Umar bin Khatab juga melakukan pemerataan terhadap rakyatnya dan meninjau kembali bagian-bagian zakat yang diperuntukkan kepada orang-orang yang diperjinakan hatinya (al-muallafatu qulubuhum).

d).Lembaga Perpajakan
Ketika wilayah kekuasaan Islam telah meliputi wilayah Persia, Irak dan Syria serta Mesir sudah barang tentu yang menjadi persoalan adalah pembiayaan, baik yang menyangkut biaya rutin pemerintah maupun biaya tentara yang terus berjuang menyebarkan Islam ke wilayah tetangga lainnya. Oleh karena itu, dalam kontek ini Ibnu Khadim mengatakan bahwa institusi perpajakan merupakan kebutuhan bagi kekuasaan raja yang mengatur pemasukan dan pengeluaran.

4.Bidang Sosial Budaya
Buta huruf dan buta ilmu adalah sebuah fenomena yang biasa. Di samping ilmu pengetahuan, seni bangunan, baik itu bangunan sipil (imarah madaniyah), bangunan agama (imarah diniyah), ataupun bangunan militer (imarah harbiyah), mengalami kemajuan yang cukup pesat pula. Kota-kota gudang ilmu, di antaranya adalah Basrah, Hijaz, Syam, dan Kuffah seakan menjadi idola ulama dalam menggali keberagaman dan kedalaman ilmu pengetahuan. Ahli-ahli kebudayaan membagi ilmu Islam menjadi 3 kelompok, yaitu:

a).Al ulumul islamiyah atau al adabul islamiyah atau al ulumun naqliyah atau al ulumus syariat yang meliputi ilmu-ilmu Quran, hadis, kebahasaan (lughat), fikih, dan sejarah (tarikh).
b).Al adabul arabiyah atau al adabul jahiliyah yang meliputi syair dan khitabah (retorika) yang sebelumnya memang telah ada, tapi mengalami kemajuan pesat pada masa permulaan Islam.
c).Al ulumul aqliyah yang meliputi psikologi, kedokteran, tehnik, falak, dan filsafat. 

C.Wafatnya Khalifah Umar Bin Khattab
Masa pemerintahan Umar bin Khatab berlangsung selama 10 tahun 6 bulan, yaitu dari tahun 13 H/634M sampai tahun 23H/644M. Beliau wafat pada usia 64 tahun. Selama masa pemerintahannya oleh Khalifah Umar dimanfaatkan untuk menyebarkan ajaran Islam dan memperluas kekuasaan ke seluruh semenanjung Arab. Ia meninggal pada tahun 644M karena ditikam oleh Fairuz (Abu Lukluk), budak Mughirah bin Abu Sufyan dari perang Nahrrawain yang sebelumnya adalah bangsawan Persia. Sebelum meninggal, Umar mengangkat Dewan Presidium untuk memilih Khalifah pengganti dari salah satu anggotanya. Mereka adalah Usman, Ali, Tholhah, Zubair, Saad bin Abi Waqash dan Abdurrahman bin Auf. Sedangkan anaknya (Abdullah bin Umar), ikut dalam dewan tersebut, tapi tidak dapat dipilih, hanya memberi pendapat saja. Akhirnya, Usmanlah yang terpilih setelah terjadi perdebatan yang sengit antar anggotanya.

Apr 15, 2015

Makalah Masa Nabi Muhammad di Madinah 2

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
"MASA NABI MUHAMMAD DI MADINAH"



DI SUSUN OLEH:
SAMSUL BAHRI
20700113033


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
2014



BAB II
PEMBAHASAN
A.Strategi Dakwah Di Madinah
Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijriah sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijriah.

Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surat Makiyah dan Hadis periode Mekah, juga ajaran Islam yang terkandung dalm 25 surat Madaniyah dan hadis periode Madinah. Adapaun ajaran Islam periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan.

Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orang-orang yang sudah masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab dan tidak termasuk bangsa Arab.

Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab, tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman: 
Artinya: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat   bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya’, 21: 107)

Dakwah Rasulullah SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu, Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakat madani di Madinah.

Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat.

Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan kemauan dan kesadarn sendiri. namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Isla dan umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka.

B.Peperangan Yang Dihadapi Nabi Muhammad
Ada beberapa perang yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW yaitu sebagai berikut :
1.Perang Badr
Persoalan antara kaum muslimin madinah dengan kaum quraisy belumlah selesai. Hal itu antara lain mengenai masalah perdagangan quraisy yang sewaktu-waktu dapat diganggu oleh kaum muslimin madinah karena letak madinah yang menghubungkan jalur perdagangan antara syam di utara kota itu dan mekkah di selatan kota Nabi tersebut. Bila kaum muslimin menghadang perdagangan quraisy maka akan merugikan pihaknya, dan inilah yang ditakutkan olehnya. Pada tahun kedua hijriyah di bulan ramadhan terjadilah perang badr al-kubra, antara kaum muslimin madinah di bawah pimpinan rasulullah saw . melawan kaum quraisy dengan sebab-sebab antara lain ialah quraisy ingin melenyapkan musuhnya, pada hal mereka telah merampas harta karun muslimin di mekkah. Bila quraisy menang maka jalur perdagangan ke utara akan aman tanpa gangguan seperti yang dikhawatirkan selama ini. Bila jalur perdagangan terganggu maka akan merugikan perniagaan quraisy sehingga mereka nekad memerangi muslimin yang mulai kuat kedudukannya . sebab langsung perang ini ialah ketika kaum muslimin menahan khalifah quraisy pimpinan abu sufyan, yang mengetahui maksud kaum muslimin itu sehingga ia meminta bantuan pasukan dari mekkah. Walau ia beserta kafilahnya dapat selamat sampai ke mekkah melaluli jalan tepi pantai laut merah, tetapi pasukan quraisy dikirim juga ke madinah, sebanyak kira-kira 1.000 orang yang dipimpin oleh para pahlwannya, antara lain Abu Jahl, yang tetap saja ingin berperang. Kekuatan pasukan Islam kira – kira 300 personil.

Medan pertempuran terjadi di dekat sumur Badr antara Mekkah dan Madinah. Sumur itu kepunyaan seorang yang bernama BAdr sehingga dikenal dengan perang  Badr. Quraisy menampilkan 3 orang pahlawan kenamaan di medan laga, yakni ‘Utbah ibn Rabi’ah, al-Walid putra dan Syaibah, saudara “Utbah mereka menantang pasukan Islam yang ditampilkan 3 orang juga pilihan Nabi sendiri yang mempunyai hubungan keluaraga dengan musuhnya itu, yakni ‘Ubaidah ibn Haris, Hamzah dan Ali ibn Abi talib. Pertempuran berjalan seru, debu-debu berhamburan berbubung ke udara, di tambah lagi dengan pekikan suara para pahlawan dan kilatan serta  gemerincingnya pedang yang mendominasi keadaaan. Akhirnay pertempuran dimenangkan oleh pihak muslimin ketiga sedangkan para pahlawan islam selamat kecuali ‘Ubaidah yang mendapat luka parah yang menyebabkan gugur sebagai syahid. Pasukan Muslimin menewaskan 70 orang lawan dan menawan banyak musuh yang seharusnay dihukum bunuh tetapi selamat atas kasih saying Rasulullah SAW. Dan usaha diplomasi yang bagus dari Abu Bakar. Kemenangan yang gemilang ini diabadiakan oleh al-qurqn dalam Q.s Ali Imran : 123
Artinya : sesungguhnaya Allah telah menolongmu dalam peperangan Badr, pada hal kamu saat itu tiada berdaya.

2.Perang Uhud
Perang uhud terjadi di kaki Gunung Uhud yang terletak di utara Madinah pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke – 3 Hijjriyah. Sebab-sebab perang adalah kaum Quraisy ingin menebus kekalahan yang dideritanya pada waktu perang Badr. Untuk persiapan perang kaum Quraisy menumpuk hartanya, tidak membelanjakannya lantaran hanya yang akan dikeluarkan tentunya besar untuk dapat mengalahkan musuh. Mereka khawatir kalau kalah lagi dalam perang ini, amka Abu Sufyan, pemimpim mereka  mengumpulkan 3.000 orang pemanggul senjata di bawah pimpinan Talhah ibn Abi Talhah yang terdiri dari berbagai suku, antara lain suku Arab Tihamah, Kinanah, Bani al – haris, Bani al-Harun, Bani al-Mustaliq di samping kaum Quraisy sendiri yang membawa serta para istrinya dan para wanita sebagaimana kebiasaan orang Arab dalam berperng , dengan maksud agar pasukan laki-laki tidak lari dari medan laga. Pasukan mereka dilengkapi dengan 200 pasukan  berkuda dan 3000 unta. 700 diantanya memakai baju besi. Khabar akan menyerangnya kaum Quraisy itu sampai ke Rasulullah saw, bagaimana cara mengatasinya. Diputuskan bahwa kaum muslimin akan menyongsong musuh di luar kota dengan menyiakan 1.000 pemanggul senjata. Tetapi sepertiga dari pasukan itu ternyata kaum munafiq di bawah pimpinan Abdullah ibn Ubai yang kembali ke Madinah tidak amu meneruskan perang dengan alasan usulnya untuk bertahan di dalam kota tidak diterima oleh kaum Muslimin, yang cenderung menyongsong musuh di luar kota.

Nabi saw mengatur posisi pasukan sesampainya di bukit Uhud Limapuluh orang pemanah yang handal di bawah pimpinan Abdullah ibn jabir diletakkan oleh Nabi di tempat yang dapat dimasuki oleh pasukan musuh untuk memukul pasukan Islam dari belakang. Kemudian mulaiah perang tanding satu lawan satu sebelum pertempuran missal terjadi. Keluarlah Talhah ibn Abi Talhah dari Quraisy yang dilawan oleh Ali ibn Abi Talib, dan terbunuhlah Talhal. Disusul oleh Usman, saudara Talhah , yang amti terbunuh di tangan Hamzah. As’ad saudara Thalhah yang lain keluar pula, namun nasib malang, ia terbunuh di tanagn Ali ibn Abi Talib. Satu lagi saudara Talhah keluar, yakni Musami’ yang juga tewas terbunuh.

Sesaat kemudian berkobarlah pertempuran missal antara kedua pasukan besar itu. Nabi saw selalu khawatir kalau-kalau pasukan berkuda musuh pimpinan Khalid ibn al-Walid masuk dari belakang dan memukul pasukan muslimin. Pada awal pertempuran kaum muslimin memperlihatkan kemenangannya. Tetapi pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Nabi di posnya tadi meninggalkan kedudukannya lantaran silau dengan harta rampsan perang sebagaimana dilakukan oleh pasukan yang lain, yang berakibat fatal. Pasukan Khalid dapat memasuki wilayah strategis tadi dang anti memukul pasukan muslimin, sehingga kacau balaulah pasukan yang dipimpin langsung oleh Nabi itu, yang akhirnya pasukan muslimin menderita kekalahan. Kalau dilihat kekalahan kaum Muslimin ketika hampir selesai perang Uhud ialah karena mereka berani melanggar perintah Rasulullah untuk tdak meninggalkan tempat yang telah ditentukannya hanya lantaran mengejar duniawi, harta rampsan perang yang melimpah. Walaupun mereka berusaha melawan musuh tetapi Quraisy lebih menguntungkan sehingga malapetakalah yang menimpa muslimin. Nabi sendiri mendapat luka – luka karena lemparan batu dari musuh, bahkan sempat terperosok di lubang yang sengaja digali oleh musuh untuk menjerumuskan kaum muslimin.

3.Perang Khandaq
Perang Ahzab atau perang khandaq terjadi pada bulan syawal tahun ke-5 hijriyah, bertempat di sekitar madinah. Dinamakan azhab atau sekutu karena quraisy mengajak suku-suku lain untuk bergabung, dan dikatakan khandaq karena di sekitar madinah terutama di bagian utara kota digali parit atau usul salman ai-farisi untuk mempertahankan kota dari serangan musuh. Bagian barat kota dipertahankan bersama-sama, kaum laki-laki  mempertahankan kota di belakang parit, rumah-rumah saling dihubungkan dan lorong-lorong harus ditutup, sehingga kota bagaikan benteng yang kokoh layaknya. Kaum quraisy memperhitungkan bahwa perang ini adalah usaha terakhir untuk menghancurkan musuh mereka setelah kemenangan di perang uhud. Orang-orang quraisy bersekutu dengan orang-orang yahudi dari khaibar, di samping mengajak bani salim, bani asad, gatafan, murrah, dan asyja’.

Ketika pasukan sekutu itu sampai di madinah, mereka tercengang dengan adanya parit yang menganga lebar dan dalam menghalangi maksud mereka. Terpaksa mereka hanya menghamburkan anak panah yang dilepas dari busurnya tanpa mengenai sasaran, sesekali di antara mereka ada yang ingin menyeberangi parit, seperti amr tetapi ditebas oleh ali bin abi thalib hingga tewas. Demikian pula ikrimah bin abu abu jahl yang nekad mencoba menyeberangi parit, dihalau oleh ali bin abi thalib dan dikepung oleh pasukan islam sehingga ia lari terbirit-birit. Pasukan sekutu pimpinan quraisy itu berkemah disekitar kota madinah tanpa membawa hasil, maksud pun tak tercapai. Maka tersebarlah desas-desus diantara mereka dan terjadilah persaingan kepemimpinan, seperti abu sufyan yang merasa sebagai panglima tertinggi sekutu, ibn hins, al-haris bin auf dan lain-lain yang memimpin kelompoknya sendiri-sendiri.

Dalam frustasi sedemikian itu huyai bin ahtab dari quraisy mendatangi pimpinan yahudi baniquraidah, ka’ab bin asad yang telah membuat kesepakatan damai dengan Nabi, untuk bergabung dengan sekutu agar dapat bersama-sama memukul dan menghancurkan kaum muslimin. Ka’ab menyetujui rayuan quraisy itu dan dengan sendirinya ia berkhianat terhadap rasulullah yang telah mengikat perjanjian damai. Rupanya jalan kemenangan bagi kaum muslimin telah kelihatan samar-samar tatkala seorang yang bernama nu’aim bin mas’ud, seorang pemimpin arab yang telah masuk islam dan datang kepada rasulullah menawarkan diri untuk membantu Nabi dengan car apa saja yang diperintahkan oleh rasulullah, ia akan jalankan. Nabi saw.memerintahkan agar ia menyembunyikan keislamannya dan disuruh untuk menyebarkan bibit perpecahan di kalangan sekutu, dan dikatakan oleh Nabi bahwa peperangan itu ialah tipu muslihat. Maka pergilah nu’aim kepada bani quraidah dan mengtakan bahwa sekiranya quraisy sewaktu-waktu meninggalkanmu, kalian akan mendapat balasan dari kaum muslimin. Oleh karena itu kalian harus minta kepastian kepada quraisy bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu, dan mintalah beberapa orang pemimpin mereka sebagai sandera. Kepada quraisy nu’aim ganti berkata bahwa bani quraidah telah mengadakan perjanjian damai secara rahasia dengan Muhammad, dan mereka akan meminta kepadamu sandera yang akan diserahkan kepada Muhammad, maka hati-hatilah terhadap tipu yahudi. Dalam waktu dekat datanglah bani quraidah ke pihak  quraisy meminta sandera kepadanya, yang ditolak oleh quraisy maka yahudi yakin bahwa quraisy tidak jujur. Dengan demikian maka terjadilah perpecahan di kalangan sekutu.

Sementara itu bertiuplah angin kencang yang memporak-porandakan kemah-kemah pasukan sekutu, menjungkir-balikkan periuk-periuk mereka dan menghamburkan debu yang memedaskan mata, yang akhirnya larilah mereka dari perkemahan itu. Allah swt berfirman dalam hal ini:
 “Hai orang-rang yang beriman! Ingatlah akan ni’mat Allah bagimu, ketika bala tentara datang hendak menyerangmu, lalu kami kirik kepada mereka angin badai dan bala tentara yang tidak kelihatan olehmu”. (al-ahzab:9)

”Dan dienyahkanlah oleh Allah orang-orang yang kafir itu dengan penuh kegeraman dalam dada mereka, disebabkan mereaka tidak mencapai suatu kebaikan pun, dan tuhan telah menghindarkan orang-orang yang mukmin dari peperangan . Allah itu maha kuat lagi maha perkasa”. (al-ahzab:25)

4.Perjanjian Hudaibiyah
Sudah lama kaum muslimin bermukim di Madinah, kira – kira enam tahun, waktu yang cukup untuk memendam rindu. Kaum muslimin ingin melihat kampong halamannya dan menengok sanak saudaranya yang ditinggalkan di mekkah. Mereka merencanakan mengerjakan umrah pada bulan ynag dihormati (al-asyhur al-harum) bagi bangsa arab yang dilarang di dalamnya untuk menumpahkan darah. Mereka bersama rasulullah saw. Kira-kira 1.000 orang berangkat ke mekkah dengan pakaian ihram putih-putih, tanpa membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya untuk membela diri di jalan. Walau demikian kaum quraisy tidak percaya kedatangan muslimin tadi untuk umrah, mereka mengira bahwa kaum muslimin itu datang ke mekkah untuk berperang. Kaum quraisy berusaha menghambat kedatangan kaum muslimin agar melewati bulan-bulan yang dihormati itu. Untuk itu Khalid ibn al-walid mencegat kedatangan rombongan Nabi saw. tersebut. tetapi perkiraan Khalid meleset karena kaum muslimin melewati jalan bukan yang diperkirakan oleh Khalid, sehingga pada bulan ynag ditentukan itu mereka sudah mendekati mekkah, sampai di suatu tempat yang bernama hudaibiyah. Rasulullah bertindak bijaksana dengan mengutus usman ibn affan ke mekkah untuk mengadakan pembicaraan dengan quraisy. Usman ditahan oleh quraisy, dan diissuekan bahwa ia dibunuh oleh musuh, maka kaum muslimin membulatkan tekad bersumpah setia untuk melawan bila terjadi perang hingga titik darah penghabisan atau menang, itulah yang dinamakan bai’atur ar-ridwan. Allah swt, menyatakan dalam al-quran:
 
“Sesungguhnya Allah amat senang pada orang-orang mukmin, ketika mereka bersumpah setia kepadamu di bawah pohon kayu itu. Maka ia mengetahui apa-apa yang berada dalam hati mereka karena itu tuhan menurunkan ketenteraman atas mereka, dan diberinya pahala dengan kemenangan yangf dekat”. (Al-fath:18)
Kemudian datanglah usman membawa hasi, yakni menghilangkan kekhawatiran bagi quraisy, dan diadakanlah perundingan antara kedua kelompok itu, di pihak quraisy diwakili oleh suhail ibn umar. 

Perundingan itu disebut perjanjian hudaibiyah atau suhl al-hudaibiyah, yang isinya:
1.Gencatan cenjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun.
2.Orang quraisy muslim yang akan datang kepada kaum muslimin dengan tidak izin walinya, hendaklah ditolak oleh kaum muslimin.
3.Quraisy tidak menolak orang muslim yang kembali kepada mereka.
4.Barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan Muhammad diperbolehkan, demikian juga barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan quraisy diperbolehkan.
5.Kaum muslimin ditangguhkan umrahnya hingga tahun depan. Kaum muslimin memasuki mekkah setelah quraisy kelua dari kota itu, dan tidak dibolehkan membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya, dan tidak boleh tinggal di kota suci itu lebih dari tiga malam.

Kaum muslimin tidak puas karena tidak dapat memasuki mekkah yang tinggal sedikit lagi untuk dicapainya. Namun kalau dilihat isi perjanjian itu maka terdapathikmah dalam tiap butirnya. Umar ibn al-khatab yang biasa bicara lantang langsung berkata kepada Nabi saw. Bahwa menurutnya kaum muslimin merasa terhina dengan peristiwa itu, yang dijawab oleh rasul saw. Bahwa ia adalah utusann-nya yang tiada sekali-kali menyalahi perintah-nya. Perjanjian tersebut menguntungkan kaum muslimin Karen aquraisy mengakui keberadaan mereka, kalau tidak mengakui keberadaan musuhnya maka mereka seharusnya tidak mau mengadakan perjanjian damai. Dengan peristiwa tersebut kaum muslimin justru bebas mengadakan dakwah islamiyah tanpa ada yang mengganggu, dan diberi kebebasan bagi kabilah-kabilah untuk menggabungkan diri kepada salah satu pihak. Namun mereka berfikir dua, tiga kali bila mau bergabung dengan quraisy, karena kaum muslimin tambah kuat kedudukannya, bila sewaktu-waktu ada perang tentunya kaum muslimin akan menang. Maka mereka lebih baik bergabung dan menyatakan diri masuk islam daripada ikut kelompok quraisy.

5.Perang mu’tah
Perang ini terjadi pada tahun 8 hijriyah di dekat desa mu’tah, bagian utara jazirah Arabia. Sebab-sebab perang ialah bahwa masa gencatan senjata antara muslimin dengan quraisy dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyeru manusia agar mau menerima ajaran islam dengan cara antara lain mengirim surat kepada raja-raja di sekitar jazirah Arabia.  Nabi saw mengirim surat kepada raja ghasasinah, kerajaan yang berada di bawah lindungan Byzantium, yang dibawa oleh utusan khusus, yakni al-haris ibn umar al-azdi. Utusan itu dibunuh oleh pihak ghasasinah, bahkan mereka menghina islam, maka Nabi saw menyiapkan pasukan untuk melindungi dakwah islam di bawah pimpinan zaid ibn harisah dengan tiga ribu personil. Ghasasinah dibantu oleh Byzantium atau romawi timur dengan pasukan yang lebih besar, yakni ada yang mengatakan sampai 200.000 orang. Pasukan muslimin nekad untuk melawan musuh walau tidak seimbang, mereka jatuh satu persatu di tangan musuh, yang akhirnya diputuskan untuk mundur. Khalid ibn al-walid pahlawan quraisy pada perang uhud yang telah masuk islam menaburkan debu ke langit sehingga keadaan udara gelap, yang disangka oleh musuh sebagai bala bantuan yang datang dari madinah. Pada hal pasukan muslimin serentak mundur berbarengan dengan hamburan debu tadi. Demikian pula musuh, mereka juga mundur karena takut jangan-jangan bala bantuan yang dikira datang itu lebih besar sehingga menghancurkan mereka. Dengan perang mu’tah ini kaum muslimin tahu bahwa ada musuh yang lebih besar diluar jazirah Arabia yang seharusnya dihadapi dengan kekuatan yang memadai untuk masa selanjutnya. Dalam peperangan ini banyak syahid, mereka yang gugur di jalan Allah untuk membela agama, memenuhi panggilan ilahi. Seperti Abdullah ibn abi rawahah dan ja’far ibn abi thalib.

6.Pembebasan mekkah
Pembebasan kota Makkah atau Fathu Makkah terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Bangsa Arab sudah banyak yang masuk Ismlam baik dari utara maupun selatan Jazirah. Kaum Quraisy sudah merasa bahwa dirirnya terkucil, di samping itu para pahlawan andalan mereka juga tergabung ke dalam pelukan Islam seperti Khalid ibn al-Walid yang bahkan telah ikut berperang membela Islam dalam Perang Mut’ah, dan ‘Amr ibn As. Dengan kekuatan yang besar umat Islam tidak perlu menyerang Makkah yang akan menumpahkan darah, dan itulah yang dilakuakn oleh rasulullah saw. Kesempatan untuk menaklukkan Makkah tiba dengan adanya peperangan anatara Bani Bakr sekutu Quraisy melawan Bani Khuza’ah yang memihak dan meminta bantuan kepada Muslimin. Nabi saw. mengerahkan pasukan besar, kurang lebih 10.000 orang yang tunduk dan patuh kepada perintahnya. Nabi sudah merasa bahwa untuk menaklukkan Makkah tidak perlu lagi diperangi, tetapi cukuplah ditakut-takuti saja. Pasukan yang besar diperintahkan untuk berkemah di dekat kota Makkah. Rasulullah disambut oleh Abbas, pamannya yang memaklumkan Islamnya, kemudian juga Abu Sufyan yang selama ini paling keras melawan Islam mengaku tiada Tuhan selain Allah. Tetapi Nabi saw. tidak memperkenankan pemimpin Quraisy itu kembali ke Makkah sebelum menginspeksi pasukan Islam. Sekembalinya di Makkah Abu Sufyan menceritakan kepada kaumnya betapa besar pasukan Islam yang berada di dekat negerinya itu sehingga tak ada kekuatan yang dapat membendungnya.

Nabi Muhammad saw. memerintahkan pasukannya memasuki makkah melalui empat jurusan, sementara itu juru bicara Rasulullah bersuara kears mengumumkan bahwa barang siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan ia aman, barang siapa yang masuk ke rumah masing-masing dengan menutup pintu ia aman, dan siapa yang masuk masjid ia aman. Dengan demikian maka Makkah telah dibebaskan dari kekafiran dan kemusyrikan serta tunduk pada kekuatan Islam. Kaum muslimin lantas mengerjakan berhala-berhala yang berada di sekitarnya. Nabi mengatakanan kepada para bekas musuhnya itu: “ Tindakan apakah menurut perkiraanmu yang akan kulakukan terhadapmu?” Mereka menjawab: “Engkau wahai Muhammad, adalah saudara kami yang pemurah dan anak saudara kami ynag pemurah”. Rasul pun menjawab: “Pergilah! Kamu sekalian bebas”.

7.Perang Hunain dan Taif
Perang ini terjadi di Wadi Hunain dan kota Taif pada tahun ke-8 Hijruyah. Setelah pembebasan kota Makkah masih ada suku Arab yang merasa masih kuat untuk menghadapi kaum muslimin, yakni Hawazin dan Saqif.pertempuran antara kaum Muslimin dan sekutu Saqif dan Hawazin terhjadi di Oase Hunain yang medangnya berbukit-bukit. Kedua suku bangsa ini terkenal sebagai tentara yang tiada bandingannya, mereka di bawah pimpinan Malik ibn Auf, bertahan di atas celah-celah gunung yang akan dilalui oleh musuh. Benar, terjadi pertempuran antara dua pasukan di lembah berbukit itu, kaum Muslimin disergap di celah-celah gunung sehingga mereka lari tunggang langgang. Namun, Nabi saw. masih tetap tegar di tempatnya dan berusaha mengumpulkan sisa kekuatan pasukannya lagi yang selalu setia kepadanya. Pada babak kedua pertempuran antara kedua pasukan itulah kaum Muslimin mendapat kemenangan. Pemimpin perang mereka Maliki ibn Auf melarikan diri ke Taif, tempat tinggal suku Saqif yang kaya karena subur tanahnya, dan depertahankan dengan benteng-benteng kota yang kokoh.

Rasulullah saw. mengepung kota yang berhawa sejuk itu dan menyerangnya dengan menggunakan berbagai cara, antara lain dengan memakai al-manjaniq, alat pelempar batu untuk merotonkkan tembok, dan ad-dabbabah, ialah alat pelindung pasukan ketika mendobrak tembok sehingga panah tidak dapat menembus alat itu. Tetapi pihak Saqif rupanya lebih lihai, ad-dabbabah itu ditumbangkan dengan menyiramkan cairan besi panas terhadapnya sehingga terbakarlah alat tersebut. Kaum Muslimin juga todak kurang akal, diblokadenya kota Taif dan diancam akan dibakar kebun-kebun anggur kesayangannya. Sementara itu kepala suku Hawazin, Abdul Malik sudah pulang menyaatakan diri masuk Islam, maka akhirnya suku Saqif berdamai dengan Rasulullah saw. dan  menyatakan diri masuk Islam.

8.Perang Tabuk
Perang ini terjadi di kota Tabuk, sebelah utara Jazirah Arabia pada tahun ke-9 Hijriyah. Kemenangan Bangsa Romawi atas kaum Muslimi dalam perang Mu’tha walau tidak mutlak, menyebabkan mereka menyiapkan pasukan yang lebih besar lagi untuk mengakhiri kekuasaan kaum Muslimin. Kaisar Heraclius berpendapat bahwa bangsa Arab sudah tidak mampu lagi menghancurkan musuhnya, bahkan mereka sudah masuk Islam pula, maka siapa lagi yang akan menghancurkan kekuatan baru itu kalau tidak Bangsa Romawi Timur yang mempunyai kekuasaan yang luas. Tetapi mereka tidak tahu bahwa kekuatan Islam sudah sedemikian besar, seluruh Arab sudah menyatakan keislamannya.

Pada saat itu udara sangatlah panas musim panen telah tiba. Orang-orang Romawi yang dibantu oelh suku Lakhm dan Bani Gassang dan lain-lain yang telah siap di Syam dikejutkan dengan datangnya pasukan Islam yang berjumlah besar pula. Pihak Romawi tidak mengira bahwa dalam musim yang panas terik itu pasukan Muslimin mau berperang dan menyerbu mereka dnegan semangat tinggi yang menyala-nyala di dadanya. Oleh karena itu, pasukan Romawi mengundurkan diri, dan pasukan Islam pimpinan rasulullah saw. tidak mau mengejar musuh yang telah mundur itu dan hanya berkemah di Tabuk untuk menggetarkan musuh.  Perang dalam Islam hanya diperkenankan untuk membela diri. Dari tempat itu Rasulullah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk sekitar, yakni orang-orang Tabuk sendiri dan Aila, dan mengutus pasukan dibawah Khalid ibn al- Walid ke Daumatil Jandal untuk menaklukkan wilayah itu, yang diselesaikan dengan kemenangan dipihak Muslimin.

Perang Tabuk adalah perang terakhir yang diikuti oleh Nabi saw. Banyak harta yang dikeluarkan untuk perang ini yang didapat dari sumbangan para dermawan Muslimin, antara lain ialah Usman bin Affan yang menyumbangkan beratus-ratus unta, beberapa ekor kuda dan uang tunai sejumlah seribu dinar. Disamping itu kaum Muslimin yang tidak gentar menghadapi musuh dalam situasi yang susah, menyumbangkan jiwa dan raganya sehingga disebut jaisy al-‘Usr, pasukan disaat kesulitan, yang merupakan faktor kemenangan tersendiri.

C.Kemajuan Yang dicapai Nabi Muhammad di Madinah
Selama dua tahun perjanjian hudaibiyah berlangsung , dakwah islam sudah menjangkau seluruh jazirah Arabia dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh jazirah arab, termasuk suku-suku yang paling selatan, menggabungkan diri dalam islam. Hal ini membuat orang-orang mekah merasa terpojok. Perjanjian hudaibiyah ternyata menjadi senjata bagi umat islam untuk memperkuat dirinya. Oleh karena itu, secara sepihak orang-orang kafir quraisy membatalkan perjanjian tersebut. Melihat kenyataan ini, rasulullah segera bertolak ke mekah dengan 10.000 orang tentara untuk melawan mereka. Nabi Muhammad tidak mengalami kusukaran apa-apa dan memasuki kota mekah tanpa perlawanan. Beliau tampil sebagai pemenang. Patung-patung berhala diseluruh negeri dihancurkan. Setelah itu, Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan tuhan terhadap kafir quraisy. Sesudah khotbah disampaikan, mereka datang berbondong-bondong memeluk agama islam. Sejak itu, mekah berada di bawah kekuasaan Nabi.

Ketika berbagai peperangan dan cobaan telah dilalui oleh Nabi Muhammad beserta pengikut-pengikutnya, disaat orang-orang arab datang secara beramai-ramai menyatakan keislamannya, maka Nabi Muhammad merasa bahwa tugas yang dibawanya telah cukup memperlihatkan hasil-hasil yang nyata. Pada bulan zulhijjah 10 H, 23 Februari 632 M, Nabi Muhammad meninggalkan madinah menuju mekah beserta banyak pengikutnya untuk menunaikan ibadah haji. Inilah haji terakhir (haji wada) bagi Nabi dan pada saat itulah beliau menerima wahyu terakhir surat 5 (al-maidah : 3)  :
“Hari ini aku (Allah) telah menyempurnakan agama bagimu, dan aku telah mencukupkan nikmatku kepadamu, dan aku telah merelakan islam menjadi agamamu”
 
Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, Nabi Muhammad menyampaikan khotbahnya yang bersejarah. Isi khotbah itu antara lain: larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan batil, karena nyawa dan harta benda adalah suci; larangan riba dan larangan menganiayah ; perintah ntuk memperlakukan para istri dengan baik dan lemah lembut dan perinta menjauhi dosa; semua pertengkaran diantara mereka di zaman jahiliyah harus saling dimaafkan; balas dendam dengan tebusan darah sebagaiman berlaku dizaman jahiliyah tidak lagi dibenarkan; persaudaraan dan persamaan diantara manusi harus ditegakkan; hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan memakai seperti apa yang dipakai tuannya; dan yang terpenting adalah bahwa umat islam harus berpegang kepada 2 sumber yang tak pernah usang, Alqur’an dan sunah Nabi. Isi khotnah ini merupakan prinsip-prinsip mendasari gerakan Islam. Selanjutnya, prinsip – prinsip itu bila disimpulkan adalah kemanusian, persamaan keadilan sosial, keadilan ekonomi, kebajikan dan solidaritas.
 
Setelah itu, Nabi Muhammad segera kembali ke madinah. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama islam. Petugas keagamaan dan para dai dikirim keberbagai daerah dan kabilah untu mengajarkan ajaran – ajaran Islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu Nabi menderita sakit demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari senin, tanggal 12 Rabiul awal 11 H/8 juni 632 M Nabi Muhammad SAW wafat di rumah istrinya Aisyah.
Dari perjalanan Nabi ini dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW, di samping sebagai pemimpin agama, juga sebagai seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu 11 Tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan seluruh jazirah arab kedalam kekuasaannya.